Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita ibu nekat aborsi di Etihad Airways

Cerita ibu nekat aborsi di Etihad Airways mayat bayi. Marc Dietrich / Shutterstock.com

Merdeka.com - Petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta dikejutkan dengan penemuan jasad bayi di dalam tong sampah toilet pesawat Etihad Airways, Sabtu (6/1). Berdasarkan informasi yang didapat, penemuan jasad bayi itu di pesawat Etihad Airways dengan nomor penerbangan EY-474 rute Abu Dhabi-Soekarno Hatta.

Sebelum tiba di Bandara Soetta, pesawat juga diketahui sempat transit di Bangkok, Thailand.

Polres Kota Bandara Soekarno Hatta memastikan bayi yang ditemukan dalam tempat sampah toilet pesawat Etihad Airways adalah korban aborsi. Pihaknya juga telah mengidentifikasi ibu korban yang tega membuang jasad bayinya di dalam tempat sampah toilet pesawat itu.

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menuturkan secara detail pengungkapan penemuan jasad bayi dalam tempat sampah pesawat itu.

"Ditemukan oleh seorang petugas cleaning service bernama Andri, sekitar pukul 17.45 WIB saat pesawat tiba dan terparkir di area terminal 2 BSH," kata dia).

Diungkapkannya, dari manifes penumpang pesawat Etihad Airways EY-474 tujuan Abu Dhabi-Soekarno Hatta ini, polisi mengidentifikasi dengan jelas pelaku pembuang jasad bayi tersebut.

"Hasil analisa identifikasi dan pemeriksaan kami terhadap beberapa saksi diperoleh keterangan bahwa, penumpang pesawat atas nama Hani binti Kahid Uta (37), diduga sebagai pelaku yang membuang jasad bayi malang tersebut," terang dia.

Diterangkan dia, Hani merupakan warga asal Indonesia kelahiran Cianjur, Jawa Barat. "Yang bersangkutan diduga telah melakukan aborsi dan membuang bayinya ke toilet di pesawat Etihad," bebernya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah alat bukti berupa manifes penumpang Etihad Airways, sampel darah, barang bagasi terduga pelaku dan dokumen bagasi.

Informasi dari kru pesawat, bahwa saat pesawat transit di Bangkok, thailand, Hani mengeluh sakit perut dan terdapat pendarahan di alat vitalnya.

Menerima keluhan tersebut, kru pesawat menyarankan agar Hani berobat di Bangkok, sehingga Hani tidak dapat melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Hasil pengakuan sementara, Hani mengaku melahirkan bayi tersebut di luar kemampuan kandungan. Hani membantah melakukan aborsi.

"Motif dari interogasi sementara bersangkutan di luar kemampuan kandungan keluar begitu saja, tapi ini kita akan dalami," terang Yusep Gunawan.

Pihaknya hingga kini belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap H (34). Sebab saat ini H, masih dalam pemeriksaan medis di RS Polri, Kramat Jati.

"Pemeriksaan belum bisa kita lakukan karena kondisi masih lemah, dan nanti kita akan dalami setelah dapat kami mintai keterangannya," ucapnya.

Diterangkan Kapolres, dugaan yang dialamatkan kepada Hani berdasarkan dari informasi pihak awak kabin yang mendapat laporan adanya penumpang pesawat yang mengalami pendarahan hebat dan mengeluhkan sakit perut.

"Maka perjalanan tertunda, seharusnya langsung ke Cengkareng, harus transit ke bandara Bangkok," kata dia.

Dari informasi yang didapat, terduga Hani bekerja sebagai TKW di Arab Saudi, H juga tidak pergi bersama sang suami.

"Ada kemungkinan-kemungkinan potensi yang disampaikan bahwa ini adalah hasil dari hubungan gelap. Namun ini kita akan dalami dengan pihak-pihak mana," ucap dia.

Pihaknya memastikan akan menerapkan pasal berlapis jika terduga terbukti melakukan aborsi terhadap jasad bayi laki-laki seberat 3,4 kg dan panjang 50 Cm itu.

"Jika terbukti, yang bersangkutan kita terapkan berbagai pasal, pasal penelantaran anak, aborsi dan pasal pidana kesehatan. Tergantung apa yang dipenuhi," ucap dia.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP