Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Haris Azhar Dijemput Polisi: Belum Mandi & Dramatis di Tengah Hujan

Cerita Haris Azhar Dijemput Polisi: Belum Mandi & Dramatis di Tengah Hujan Haris Azhar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik. Total pertanyaan yang dicecar kepada keduanya sebanyak 37 poin.

Namun, sebelum memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, keduanya sempat didatangi polisi di kediaman masing-masing pada Selasa (18/1) pagi hari. Fatia mengaku, saat itu didatangi oleh polisi berjumlah enam orang sekitar pukul 07.30 Wib.

Petugas yang datang pun sempat membawa surat untuk menjemput paksa dirinya, dan akan diperiksa sebagai saksi atas kasus yang menjeratnya.

"Tetapi saya menolak, karena saya bilang saya akan sendiri yang datang ke sana hari ini pukul 11 saya bilang. Setelah itu mereka pamit dan tidak jadi membawa paksa. Karena dianggap kooperatif," kata Fatia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/1).

Menurutnya, sebelum dilakukan pemeriksaan. Polisi lebih dulu memberi kabar jika ia diminta untuk datang menjadi saksi.

"Ya biasanya ada konfirmasi terlebih dahulu melalui telepon, tapi tiba-tiba pagi ini udah dateng gitu," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan penyidik yang sebelumnya menjadwalkan pemeriksaan pada keduanya pada 7 Febuari 2022. Dirinya pun tidak tahu kenapa pemeriksaan dilakukan lebih cepat kepadanya.

"(Kenapa dipercepat) Itu tanya ke penyidik," ujarnya.

Sementara itu, Haris mengaku merasa kecewa kepada penyidik yang sempat ingin menjemput dirinya untuk dilakukan pemeriksaan pada tadi ke kediamannya.

"Saya sih bukan apa-apa, saya itu kecewanya karena saya belum mandi. Kira-kira begitu," ujar Haris.

"Kami juga nanya enggak ada penjelasan. Saya hampir serupa sama Fatia, jam 8 kurang. Saya posisinya di kantor, karena enggak jauh dari rumah. Datang ditunjukan surat, ini suratnya perintah kepada para penyidik untuk menghadirkan saya yang surat saya baca, kira-kira begitu," sambungnya.

Lalu, ia sempat menanyakan hal itu kepada para penyidik yang sempat menjemputnya. Namun, ia menyebut, jika para penyidik tak menjelaskan alasan kenapa pemeriksaan lebih cepat dilakukan.

"Terus saya tanya, bukankah tanggal 7 Februari. Karena saya juga baca berita ada statement dari Kabid Humas Polda Metro, tapi penyidik-penyidik yang dateng tadi pagi tidak menjelaskan," ungkapnya.

"Tapi attitudenya oke-lah, baik mereka enggak ada upaya fisik enggak ada. Jadi meminta untuk hadir, saya sempet menggoda saya bilang besok, mereka bilang hari ini kalau boleh. Ya sudah saya bilang jam 10, jam 11 saya hadir dan rupa-rupanya sama saya sama Fatia resmobnya dan datanglah kami di tengah hujan biar lebih dramatis," sambungnya.

Haris menyebut, sebelumnya sempat dikirimkan surat pada 23 Desember 2021. Namun, saat itu dirinya sedang ingin berlibur. Sehingga ia meminta dipanggil setelah libur Natal dan Tahun Baru 2022.

"Nah kalau saya bilang di atas tanggal 4, Fatia 2 Minggu kemudian. Polisi oke sih undang lagi diatas tanggal 4, tanggal 6 kalau buat saya. Kemudian saya kadung sudah ada janji di Papua pada tanggal 6 Januari tersebut," sebutnya.

"Jadi ya saya karena sudah ada beberapa janji di Papua, jadi ya saya bilang saya ke Papua dan kita minta tanggal 7 Febuari 2022, tapi sebelum tanggal 7 udah dipanggil tadi pagi itu. Sebenarnya kita enggak ada masalah untuk hadir, cuma ya tadi terlalu pendadakan," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP