Cerita Goa Raksasa di Tabanan? dan larangan warga makan sayur timbul
Merdeka.com - Dari sederetan goa yang ada di Bali, keberadaan Goa raksasa di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, jarang diketahui. Goa ini memang sangat sulit untuk dijangkau. Selain berada di pelosok dan tebing. Goa yang dikenal dengan sebutan Goa Raksasa tersebut berada di balik pepohonan tinggi di antara lahan sawah menurun.
Menurut Kelian Dinas Banjar Sanggulan I Made Putra, Goa Raksasa yang sudah ada sejak zaman Kerajaan tersebut identik dengan cerita mistis yang secara turun-temurun diceritakan oleh nenek moyangnya.
"Sesuai dengan namanya, yaitu Goa Raksasa jadi zaman dulu konon katanya Goa tersebut adalah tempat tinggal dari Raksasa menyeramkan," ujarnya.
Saat itu, kata dia, kerajaan Tabanan menggelar acara besar (Karya Agung) dan mempertunjukkan Tarian Rejang dengan penari yang berjumlah 108. Namun setiap kali dipertunjukkan penari Rejang pada barisan paling belakang selalu menghilang misterius tanpa jejak. Hal tersebut membuat Raja Tabanan bingung dan memerintahkan pasukannya merencanakan suatu hal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Cerita Made Putra, saat itu Raja Tabanan kemudian menemukan cara dengan menggantungkan beras gerabah pada kantung penari. Kantung yang sudah di lubang itu dijadikan petunjuk ke mana arah penari itu hilang.
"Jadi saat penari yang terpasang hilang, saat itu terungkap jika sang penari diculik oleh raksasa di dalam goa tersebut. Raja pun memikirkan cara untuk membunuh raksasa tersebut namun tak pernah bisa karena raksasa itu sangatlah sakti," cerita Putra.
Justru salah seorang pemuda berhasil membunuh raksasa ini, setelah tahu kelemahan dari raksasa. Hanya dengan menggunakan batang pohon kayu timbul atau keluwih.
"Raksasa itu mati setelah kepalanya dipukul sebanyak 3 kali oleh pemuda itu dengan kayu timbul. Namun seluruh warga Sanggulan dikutuk untuk tidak mengonsumsi makanan dari timbul (keluwih) apakah itu makan buahnya atau sayur. Kalau dilanggar bisa fatal akibatnya," lanjut Putra.
Sejak saat itu tak ada lagi penari Rejang yang menghilang misterius, namun hingga saat ini dipercayai bahwa jiwa dari raksasa yang telah mati masih bersemayam di dalam goa angker tersebut. Warga yang memiliki lahan saawah disekitar Goa pun tidak berani melakukan aktifitas saat tengah hari dan sandikala (senja).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya