Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita dua pembunuh Sisca Yofie merasa digentayangi

Cerita dua pembunuh Sisca Yofie merasa digentayangi Sisca Yofie. ©facebook

Merdeka.com - Perasaan takut terus menghantui Wawan dan Ade usai menjambret Branch Manager PT Venera Multi Finance Sisca Yofie (34). Keduanya makin bingung setelah mendapat kabar kalau wanita cantik itu tewas.

Usai beraksi 5 Agustus lalu, Wawan melarikan diri. Polisi berhasil menangkap Wawan di rumahnya di Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, pada 11 Agustus. Sebelumnya seorang pelaku Ade menyerahkan diri ke polisi.

Selama dalam pelarian itu, Wawan mengaku tidak bisa nyenyak. Saban hari, pria yang doyan mabuk dan buat onar itu selalu dibayangi rasa bersalah. Saking takutnya, Wawan pun tidak berani nonton televisi.

"Perasaan saya bersalah, perasaan kaya dikejar-kejar. Dua hari setelahnya dikasih tahu orang kalau perempuan itu meninggal, saya kaget, saya enggak lihat televisi," katanya kepada merdeka.com di Polrestabes Bandung, Kamis (15/8).

Wawan mengaku sebelumnya tidak pernah melihat Sisca. Dia pun tidak melihat jelas wajah Sisca saat melakukan penjambretan. "Muka saya lupa, ya masih kebayang-bayang," tuturnya.

Sedangkan Ade yang dipaksa ikut menjambret sangat kaget ketika dapat kabur Sisca tewas. Karena itu akhirnya dia memilih menyerahkan diri, setelah sebelumnya cerita sang kakek, Ahir yang merupakan ayah dari Wawan.

"Kaget banget, takut malahan. Digentayangin enggak cuma merasa bersalah saja," katanya.

Ketika diajak kabur pun Ade menolak. Dengan Wawan, ade berpisah di Perumahan Auri, Bandung. Namun dia menuruti permintaan Wawan agar membuang jaket dan tas untuk menghilangkan jejak.

"Jadi dari situ Wawan ajak kabur ke Cianjur. Dia suruh tenang nanti balik lagi, saya enggak mau," tandasnya.

Kasus penjambretan ini menjadi sorotan karena ditemukan sejumlah kejanggalan. Sisca tewas dengan luka bacok di dahi dan tubuhnya terseret kurang lebih 500 meter karena rambutnya nyangkut di gir motor Satria yang dikendarai pelaku.

Lokasi tempat kos Sisca di Jalan Setra Indah Utara 2 Nomor 11 Cipedes, Sukajadi, Bandung, juga tergolong sepi. Kondisi jalan dari Sisca dijambret sampai mayatnya ditemukan juga tidak mulus. Selain itu jalan juga berkelok dan ada tiga sampai empat polisi tidur.

(mdk/tts)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP