Cerita dokter ditonjok pasien korban penembakan jambret
Merdeka.com - Bukannya terima kasih atau senang akan diobati, Andi Fikri (35) malah murka hingga menonjok kepala dokter yang memeriksanya. Andi nekat memukul dokter bernama Ronald Gestano (39) itu, lantaran marah sang dokter bertanya soal sebab luka nya.
"Dia (pasien atau pelaku) marah-marah, dia bilang jangan banyak tanya, urus saja lukanya. Tapi kan kita harus tahu dulu biar tahu tindakannya apa," ungkap Ronald saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (2/2).
Ronald yang berasal dari Lampung itu menjelaskan, penganiayaan tersebut bermula saat pelaku diantar keluarganya ke RSMH Palembang, untuk mendapat perawatan karena perutnya tertembak, Minggu (31/1) sekitar pukul 22.00 WIB.
Ronald yang kebetulan piket jaga langsung memeriksa pasien yang terbaring sadar di kasur UGD. Sejumlah anggota keluarga ikut mendampingi pasien.
Sambil melakukan pemeriksaan, Ronald mengajukan sejumlah pertanyaan terkait luka tembakan kepada pasien. Tujuannya agar bisa mengetahui tindakan medis yang dilakukan.
Bukannya menjawab, pasien tersebut justru marah-marah. Dia mengeluarkan kata-kata kotor kepada dokter tersebut sambil berontak.
Saat Ronald berbalik badan untuk mengambil alat medis, pasien tersebut malah memukul kepala bagian belakang korban hingga terpental ke depan. Bahkan, pasien itu hendak bangun untuk mengulanginya kembali.
"Kepala belakang masih sakit. Ditonjoknya waktu saya balik badan. Dia juga ngancam mau apa-apain saya kalau udah sembuh," ujarnya.
Tak hanya Andi, keluarganya juga tersulut emosi dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Ronald.
"Mereka bilang ada keluarga polisi, pangkatnya gede, mantan wakapolres segala. Saya bingung kenapa mereka begitu, padahal saya sudah merawat pasien dengan benar," kata dia.
Meski demikian, katanya, sikap profesionalisme sebagai dokter tetap dia tunjukkan.
"Walaupun memukul dokter, pasien kita operasi kemarin pagi. Sekarang masih pemulihan, tindakan sama seperti pasien lainnya," sambungnya.
Sebelumnya, Andi tertembak senjata api rakitan saat memergoki aksi penjambretan yang dilakukan tersangka Febri (25), dan rekannya Master Lorod (DPO) terhadap korban, Wulandari di Simpang Bandara Lama Palembang, Minggu (31/1) sekitar pukul 20.00 WIB.
Andi yang tinggal di sekitar lokasi bermaksud menolong korban jambret dan berusaha menangkap pelaku. Tak diduga, salah seorang pelaku melepaskan tembakan dan mengenai perut korban.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya