Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Dewa Selamatkan Ratusan Warga Kupang Saat Badai Seroja

Cerita Dewa Selamatkan Ratusan Warga Kupang Saat Badai Seroja Muhammad Mansyur Dokeng alias Dewa. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Badai Seroja yang menerjang sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4) lalu masih menyisakan duka dan trauma bagi sejumlah korban. Saat kejadian, Muhammad Mansyur Dokeng alias Dewa berhasil menyelamatkan nyawa ratusan warga Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Bukan karena mempunyai kekuatan super seperti cerita hikayat dahulu kala, namun karena Dewa memahami dengan baik ilmu mitigasi yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat mengikuti Sekolah Lapang Geofisika Cuaca Nelayan pada tahun 2019.

Ilmu yang diserap dengan baik itu, ia manfaatkan saat terjadi Badai Seroja. Informasi tentang akan terjadinya badai yang dikirim dalam grup WhatsApp oleh BMKG, kemudian dia jelaskan kepada teman-temannya yang berprofesi sebagai nelayan.

Setelah menjelaskan bahwa Siklon Seroja akan melanda dengan kecepatan angin 30-40 knot, dan ketinggian gelombang mencapai 4-6 meter, Dewa bersama para nelayan dan masyarakat sekitar bersepakat untuk mengungsi dan membangun posko, dengan radius 200 meter dari bibir pantai.

Dewa dipercayai sebagai ketua posko, agar bisa mengorganisir masyarakat, dengan ilmu maupun informasi terbaru yang didapat.

"Syukur alhamdulillah karena semua masyarakat dan teman-teman nelayan mengikuti arahan saya, sehingga kita selamat semua," kata Dewa kepada wartawan, Kamis (29/7).

Informasi yang didapat sejak awal dari BMKG membuat Dewa dan masyarakat, serta nelayan Oesapa bersyukur. Walaupun harta benda mereka jadi taruhan, namun nyawa mereka terselamatkan.

Dewa kaget ketika diinformasikan bahwa namanya mendapatkan Anugerah BMKG sebagai tokoh inspiratif.

"Ini sudah tugas saya sebagai ketua komunitas dan tokoh nelayan yang ada di Oesapa. Pengetahuan yang saya dapat, saya harus manfaatkan," ungkapnya.

Dewa berterima kasih kepada BMKG karena sudah secara terbuka mau bermitra dengan berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya nelayan.

"Dengan informasi terbaru yang disampaikan BMKG, saya langsung teruskan ke para nelayan yang ingin beraktivitas. Jika cuacanya buruk, semua nelayan batalkan aktivitas tangkap mereka, kalau cuaca baik mereka lanjut melaut," ujar Dewa.

Dewa berharap kepada pemegang kebijakan baik eksekutif maupun legislatif, agar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dapat digelar lagi agar nelayan maupun masyarakat umum, bisa memitigasi diri dan keluarga saat terjadi bencana.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP