Cerita dahsyatnya kebakaran King's Bandung
Merdeka.com - Salah satu pusat perbelanjaan ternama kota Bandung, King's terbakar, Senin (23/6) malam. Si jago merah yang diperkirakan mulai beraksi pukul 23.30 WIB itu awalnya melumatkan lantai satu bangunan yang banyak berisikan pertokoan yang menjual bahan tekstil.
Nahasnya api yang tak kunjung padam hingga pukul 06.00 WIB mulai melumatkan gedung berlantai lima tersebut. Bahkan kebakaran hebat ini sempat diwarnai dengan dentuman keras yang terjadi pukul 08.45 WIB.
Berikut ringkasan cerita dahsyatnya kebakaran yang melumatkan habis pusat perbelanjaan yang berada di jantung Kota Bandung yang dihimpun merdeka.com:
Diwarnai dentuman keras, api sulit dipadamkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKebakaran yang terjadi pada pusat perbelanjaan King's di Jalan Dalem Kaum-Kapatihan, Alun-Alun Kota Bandung, Senin malam lalu, sempat diwarnai dengan dentuman keras keesokan harinya, Selasa (24/6) pagi, pukul 08.45 WIB.Dentuman keras yang diduga dari restoran cepat saji yang berada di dalam gedung tersebut membuat api makin membumbung tinggi. Api yang terus merembet menyebabkan api beterbangan. Api membawa material ringan. Puluhan kendaraan pemadam kebakaran dari kabupaten/kota Bandung dan Cimahi masih sulit menjinakkan api.
Kebakaran lumpuhkan perbelanjaan di sekitar lokasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDashyatnya kebakaran mengakibatkan aktivitas perbelanjaan di kawasan Kepatihan dan sebagian Jalan Dalem Kaum di pusat Kota Bandung, Jawa Barat, lumpuh total.Kawasan pusat perbelanjaan di jantung kota yang hanya beberapa langkah dari Alun-alun Bandung dan biasanya sibuk sepanjang hari hingga tengah malam itu, Selasa pagi riuh oleh aktivitas pemadaman api dan melimpahnya warga yang berdatangan untuk melihat."Konsentrasi kami saat ini menyelamatkan barang dulu, mengantisipasi kebakaran meluas. Bagaimana mau jualan karena jalannya juga ditutup, lagi pula nggak mungkin ada yang belanja dalam kondisi panik dan riuh seperti ini," kata Anita salah seorang pemilik toko di Jalan Kepatihan Bandung.
Air Sungai Cipadung dimanfaatkan untuk membantu memadamkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAir sungai Cikapundung dimanfaatkan untuk memadamkan amuk api yang masih menyala di pusat perbelanjaan KING'S Alun-alun Bandung. Alasan jarak dipilih sehingga penggunaan air Cikapundung ini digunakan.Sungai Cikapundung sendiri memiliki jarak yang relatif dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP) ketimbang mengambil sumber air yang berada di Jalan Supratman Bandung."Ini pakai air Sungai Cikapundung, bisa lihat airnya juga coklat," kata Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Diskar) Kota Bandung Hikmat Ginanjar di lokasi kejadian, Selasa (24/6).Untuk air di Cikapundung ini pihaknya mengisi amunisi untuk mobil quick respons. Langkah tersebut dilakukan guna efektivitas proses pemadaman. Jarak TKP dengan Sungai Cikapundung hanya berjarak sekitar 500 meter."Tadi ada juga beberapa mobil mengisi air di hydran yang berada di Jalan Supratman," tandasnya.Sebanyak 36 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Kerugian ditaksir miliaran rupiah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApi yang menyala sejak Senin malam pukul 23.30 WIB menghabiskan pusat perbelanjaan KING'S Alun-alun Bandung. Akibat peristiwa itu kerugian ditaksir hingga puluhan miliar."Kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar," kata Alvin pemilik bangunan KING'S, di lokasi, Selasa (24/6).Untuk penyebab sumber api sendiri dia menduga adanya korsleting listrik yang ada di lantai dasar gedung. Di lantai tersebut terpusat toko tekstil. "Diduga dari korsleting listrik," jelasnya.Kini KING'S salah satu pusat perbelanjaan tertua di Bandung habis dilumat api. Si jago merah menghanguskan bangunan yang ada di jantung kota tersebut.
20 Jam berlalu, api belum dapat dikendalikan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApi dalam kebakaran di pusat perbelanjaan KING'S belum bisa sepenuhnya dikendalikan. 20 Jam sudah sejak Senin malam pukul 23.30 WIB api melumat bangunan lima lantai tersebut. Petugas pun mulai kelelahan karena kerja terus menerus.Wali Kota Bandung Ridwan Kamil emoh menyalahkan petugas yang sudah bekerja maksimal dalam upaya penanganan pemadaman api. Padahal Emil --begitu akrab disapa-- yang pada dini hari tadi mendatangi lokasi melihat api tidak merembet hingga seluruh bangunan."Ini kan banyak faktor. Ini merupakan kebakaran luar biasa yang kondisi jenis kebakarannya juga cepat merambat. Mereka petugas ini mengalami kelelahan," jelasnya saat meninjau lokasi, Selasa (24/6).Menurutnya petugas Pemadam Kebakaran yang berasal dari beberapa daerah sudah bekerja lebih dari 18 jam. Dia mengapresiasi petugas yang sudah mengamankan api antar penghubung KING'S I dan II."Kita berusaha padamkan sisi jembatan yg koneksi ke (pusat belanja) Matahari. Kalau selesai detik-detik ini Insya Allah kita bisa padamkan," tandasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya