Cerita-cerita temperamental Foke

Reporter : Hery H Winarno | Jumat, 13 Juli 2012 14:41




Cerita-cerita temperamental Foke
Fauzi Bowo. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berang kepada wartawan ketika ditanya di mana dia berada sehari pasca-perhitungan cepat Pilgub DKI yang memenangkan pesaingnya, Joko Widodo. Foke, demikian dia disapa, menganggap pertanyaan wartawan sangat menjurus.

"Anda matanya ke mana? Itu pertanyaan yang menjurus," ujar Foke kepada wartawan di Balaikota, Jumat (13/7).

Padahal, pantauan sejumlah wartawan Kamis (12/7), Foke tak terlihat berada di Balai Kota Jakarta. Mobil dinas Foke yang biasa parkir di sebelah gedung Balai Agung juga tidak terlihat saat itu.

Dalam debat cagub DKI pertama 24 Juni lalu, Foke juga sempat meninggi ketika pernyataannya dipotong oleh Danang Parikesit, salah seorang panelis. Guru besar UGM kala itu ingin mengonfirmasi soal salah satu langkah Foke membenahi Jakarta.

"Saya yang menjawab bukan Anda," jawab Foke sambil memperlihatkan telapak tangannya ke arah Danang.

Sikap temperamental memang bukan barang baru buat Foke. Menurut catatan merdeka.com, Bang Kumis paling sensitif jika ditanya soal banjir yang melanda Jakarta.

"Ngurusin Jakarta itu bukan kayak bikin kerak telor, gak bisa instan. Ada tahap-tahapannya, dan sekarang kita sedang melakukan itu," kata Foke dengan nada tinggi di Balaikota, Jakarta, 8 Oktober 2010.

Tidak hanya itu, saat ditanya soal prediksi Walhi bahwa Jakarta akan ambrol 20 tahun mendatang karena permukaan laut yang terus naik, nada bicara Foke tak kalah tingginya.

"Bagus, buru-buru lu pindah dari Jakarta, gue girang juga," kata Foke kepada wartawan, usai apel peringatan 65 tahun Rapat Raksasa Ikada di Monas, Jakarta, 20 September 2010.

Foke pun kerap berkilah, kalau banjir yang terjadi di ibukota hanyalah genangan air belaka. Foke pernah menjelaskan perbedaan kalau genangan dan banjir adalah dua hal berbeda.

"Ini musim hujan. Dari bayi sampai nenek-nenek juga tahu kalau bakal banyak yang masih tergenang," ujarnya dengan nada kurang simpatik November 2009 lalu.

Dalam beberapa kesempatan wawancara, Foke ndonesia/f/fauzi-bowo/">Fauzi Bowo berang kepada wartawan ketika ditanya di mana dia berada sehari pasca-perhitungan cepat Pilgub DKI yang memenangkan pesaingnya, Joko Widodo . Foke, demikian dia disapa, menganggap pertanyaan wartawan sangat menjurus.

"Anda matanya ke mana? Itu pertanyaan yang menjurus," ujar Foke kepada wartawan di Balaikota, Jumat (13/7).

Padahal, pantauan sejumlah wartawan Kamis (12/7), Foke tak terlihat berada di Balai Kota Jakarta. Mobil dinas Foke yang biasa parkir di sebelah gedung Balai Agung juga tidak terlihat saat itu.

Dalam debat cagub DKI pertama 24 Juni lalu, Foke juga sempat meninggi ketika pernyataannya dipotong oleh Danang Parikesit, salah seorang panelis. Guru besar UGM kala itu ingin mengonfirmasi soal salah satu langkah Foke membenahi Jakarta.

"Saya yang menjawab bukan Anda," jawab Foke sambil memperlihatkan telapak tangannya ke arah Danang.

Sikap temperamental memang bukan barang baru buat Foke. Menurut catatan merdeka.com, Bang Kumis paling sensitif jika ditanya soal banjir yang melanda Jakarta.

"Ngurusin Jakarta itu bukan kayak bikin kerak telor, gak bisa instan. Ada tahap-tahapannya, dan sekarang kita sedang melakukan itu," kata Foke dengan nada tinggi di Balaikota, Jakarta, 8 Oktober 2010.

Tidak hanya itu, saat ditanya soal prediksi Walhi bahwa Jakarta akan ambrol 20 tahun mendatang karena permukaan laut yang terus naik, nada bicara Foke tak kalah tingginya.

"Bagus, buru-buru lu pindah dari Jakarta, gue girang juga," kata Foke kepada wartawan, usai apel peringatan 65 tahun Rapat Raksasa Ikada di Monas, Jakarta, 20 September 2010.

Foke pun kerap berkilah, kalau banjir yang terjadi di ibukota hanyalah genangan air belaka. Foke pernah menjelaskan perbedaan donesia/f/fauzi-bowo/">Fauzi Bowo berang kepada wartawan ketika ditanya di mana dia berada sehari pasca-perhitungan cepat Pilgub DKI yang memenangkan pesaingnya, Joko Widodo. Foke, demikian dia disapa, menganggap pertanyaan wartawan sangat menjurus.

"Anda matanya ke mana? Itu pertanyaan yang menjurus," ujar Foke kepada wartawan di Balaikota, Jumat (13/7).

Padahal, pantauan sejumlah wartawan Kamis (12/7), Foke tak terlihat berada di Balai Kota Jakarta. Mobil dinas Foke yang biasa parkir di sebelah gedung Balai Agung juga tidak terlihat saat itu.

Dalam debat cagub DKI pertama 24 Juni lalu, Foke juga sempat meninggi ketika pernyataannya dipotong oleh Danang Parikesit

[ren]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • 18 persimpangan di Bali belum terpasang CCTV
  • Wabah Rabies kembali meningkat di Denpasar
  • Al pilih Tatjana Saphira, Ariel Tatum kena PHP
  • Ultah Al dihiasi kejadian langka yang membekas di hatinya
  • Puluhan warga di Denpasar kedapatan buang sampah sembarangan
  • Polisi dirayu cewek & dibekuk di Malaysia, apa kata Hoegeng!
  • Internet di Indonesia sudah lamban juga mahal
  • PWNU Jateng desak PKB perketat pengawasan dana bansos
  • Sempat ditangkap, Polres Bogor lepas kakek pencabul bocah
  • Hidayat janji rakyat tak kecewa pilih anggota dewan dari PKS
  • SHOW MORE