Cerita Balita di Makassar Ditemukan Samping Jenazah sang Ibu
Merdeka.com - Seorang perempuan ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kamar kos Jalan Bontonompo, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (28/10) lalu. Selain menemukan perempuan yang diketahui bernama Marni, warga juga menemukan balita bernama Eva Angelia Batti yang masih hidup berusia dua tahun.
Kejadian yang dialami Eva begitu menggugah rasa kemanusiaan, karena berada di samping ibunya yang sudah tak bernyawa. Berikut ini fakta-fakta terkait balita yang ditemukan di samping jenazah ibunya:
Curiga Karena Tercium Aroma Tak Sedap
Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin mengatakan, awalnya tetangga korban curiga lantaran aroma tak sedap yang begitu menyengat. Aroma itu berasal dari kamar M dan putrinya yang belum lama tinggal di situ.
"Awalnya ibu kos melapor ke Pak RT, lanjut ke anggota Bhabinkamtibmas kami dan ke saya. Saya katakan coba cek ulang karena di sekitar kos itu ada penjual kambing. Siapa tahu aroma busuk itu dari kambing. Anggota lalu cek ulang dengan membuka kaca jendela kamar kos korban dan benar, aroma tak sedap itu dari dalam kamar," katanya, Senin (28/10).
Kemudian, pihak kepolisian mencoba membuka pintu kamar yang dikunci dari dalam. Setelah berhasil, mayat M ditemukan dengan kondisi telah membengkak.
"Laporan anggota di TKP, di sisi mayat itu ada balita korban. Dia dipanggil sama anggota agar menjauh dari mayat ibunya yang telah membusuk," kata Arifuddin.
Eva Tidak Pernah Menangis
Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin mengungkapkan, Eva tidak pernah terdengar menangis oleh tetangga kamar. Kondisinya baru diketahui setelah ada aroma menyengat dari kamar korban.
"Informasi anggota, kalau balita ini tidak mengenakan pakaian saat pertama kali ditemukan bersama mayat ibunya," terangnya.
Eva dalam Perawatan Menyembuhkan Traumanya
Eva Angelia Batti kini dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara, terkhusus berkaitan kondisi psikisnya. Kepala RS Bhayangkara, Kombes Polisi Dr Farid Amansyah yang dikonfirmasi mengatakan, secara umum, kondisi balita itu sehat. Dia tetap anak-anak yang aktif.
"Selain di bawah pengawasan dokter anak dan psikiatri RS Bhayangkara untuk trauma healing-nya pasca kejadian, juga ada bapaknya dan dua kakaknya yang menemani untuk mengobati traumanya," ujarnya.
Korban Istri Prajurit TNI
Ternyata Marni diketahui istri seorang prajurit TNI. Hal ini diketahui setelah ditemukan KTP yang beralamat Asrama Militer Yonif Linud 433 Sambueja, Maros. Tentang data ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani.
Selama ini balita Angelia tinggal bersama ibunya di kos-kosan, adapun dua kakak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMP dan SD tinggal bersama bapaknya.
Kini sang ayah, Koptu Kris Batti anggota Yonif Linud 433 Sambueja, Kabupaten Maros, Sulsel dan dua anak-anaknya yang lain, kakak kandung dari Eva Angelia telah bersamanya menemani di RS Bhayangkara.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya