Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita arogansi polisi aniaya penjaga warnet

Cerita arogansi polisi aniaya penjaga warnet Penjaga warnet korban pemukulan polisi di Medan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Pukulan dan tendangan bertubi-tubi dilakukan seorang anggota polisi pada Rabu (3/8) pagi, itu membuat MS alias Fauzan (17), seorang penjaga warnet di wilayah Medan, Sumatera Utara, begitu menderita. Dirinya kaget tiba-tiba dimarahi seorang polisi sekaligus menerima penganiayaan.

Beruntung aksi pemukulan itu terekam kamera CCTV dengan durasi 2 menit 22 detik. Terlihat jelas bagaimana dua orang polisi petugas Polsek Medan Area berinisial Aiptu JMS dan Aiptu S, tengah memarahi seorang pelajar berseragam di dalam warnet. Namun, Aiptu JMS justru terpancing emosi ketika melihat MS.

MS dihampiri dan ikut dimarahi. Awalnya polisi itu protes ada pelajar berseragam justru berada di dalam warnet. Dirinya berdalih tidak bisa melarang adanya pelanggan masuk meski sudah tertera larangan.

"Di sini sudah tertera bahwa yang pakai seragam sekolah dilarang masuk, tapi terkadang mereka (siswa sekolah) memaksa masuk. Kami tidak bisa apa-apa," ucap MS sambil menunjukkan pengumuman yang tertempel di dinding warnet.

Pemuda penjaga warnet itu juga tidak mengerti alasan Aiptu JMS tiba-tiba melayangkan pukulan bertubi-tubi. "Enggak tahu aku," katanya.

Tampang kedua polisi itu ternyata tidak asing bagi MS. Dirinya mengaku kedua polisi itu kerap dilihatnya biasa mengatur lalu lintas. Maka itu, dirinya merasa aneh bila kedua polisi itu mendadak menggeruduk tempat kerjanya.

"Dia dan rekannya biasa mengatur lalu lintas di persimpangan di depan warnet ini," ungkapnya.

Atas tindakan penganiayaan ini, MS mengaku telah melaporkan anggota polisi menganiaya dirinya. "Aku pun sudah divisum," kata MS.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP