Cerita Ade, tersangka pembunuh Sisca dihantui perasaan salah
Merdeka.com - Ade, salah satu pelaku yang menewaskan Sisca Yovie menyerahkan diri kepada polisi lantaran merasa berdosa atas apa yang dia perbuat bersama pamannya, Wawan. Ade memboncengkan Wawan menggunakan motor Suzuki Satria dan menjambret Sisca hingga menyebabkan kematian korban pada Senin (5/8) petang.
"Usai kejadian saya diajak Wawan kabur namun saya menolaknya," ujar Ade kepada merdeka.com saat ditemui di Polrestabes Bandung, Kamis (15/8).
Ade menambahkan dirinya kemudian berpisah dengan Wawan di belakang mal Bandung Trade Center (BTC). Disaat akan berpisah, Wawan kembali mengajak Ade untuk melarikan diri ke Cianjur.
"Jadi Wawan ajak kabur ke Cianjur terus nanti kalau sudah tenang balik lagi pulang ke rumah. Saya disitu nolak lagi dan disuruh buang jaket dan tas. Motor dibawa Wawan," katanya.
Selang beberapa hari, lanjut Ade, Wawan menelepon dirinya untuk mengantarkan istrinya ke Cianjur. Kemudian Ade mengantarkan istri Wawan dan di sana mereka terakhir berjumpa hingga akhirnya bertemu kembali di kantor polisi.
Ade menceritakan usai kejadian dan ramai menjadi pembicaraan warga setempat, dirinya menjadi merasa bersalah. Bahkan, dirinya enggan mengikuti pemberitaan yang ramai di media massa.
"Saya takut nonton televisi," katanya.
Penderitaan bagi Ade terus berlanjut dari hari ke hari. Perasaan bersalah terus menghantui apalagi keberadaan Wawan yang menghilang usai kejadian.
"Akhirnya pas keluarga ngumpul, saya bilang kalau Wawan yang ngelakuin kejahatan yang sedang ramai di berita. Cuma saya belum berani bilang kalau saya terlibat," tuturnya.
Karena perasaan bersalah yang menekan jiwanya terus, akhirnya Ade memberanikan jujur kepada sang istri. Kemudian Ade menceritakan kepada Kakeknya dan akhirnya menyerah diri ke polisi.
"Lalu saya ceritakan semuanya kepada polisi dan Wawan ketangkap juga akhirnya," kata dia. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya