Ratusan orang dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banyumas Jawa Tengah menggeruduk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Purwokerto. Ratusan Banser Banyumas berjalan kaki menuju MAN 2 Purwokerto menyerukan agar pihak sekolah memecat tiga guru yang disinyalir melakukan pelecehan terhadap tradisi Nahdliyin."Ketiga guru tersebut kerap melakukan pelecehan terhadap ulama dan tradisi NU," ujar penasehat Gerakan Pemuda Ansor Banyumas, Muktamir, Kamis (17/9) kemarin.
Bentuk pelecehan tersebut, menurut Muktamir disampaikan di depan siswa saat mengajar. "Mereka (para guru) memplesetkan ulama-ulama besar, bahkan mereka juga mengejek tradisi amaliyah dalam NU," katanya.Massa yang datang membawa berbagai poster bertuliskan 'Jangan nodai profesionalisme gara-gara fanatisme', 'Hukum oknum penghujat Aswaja','Banser marah 3 oknum guru lecehkan Aqidah Siswa MAN 2 Purwokerto'.
Advertisement
Aksi ini mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terganggu dan seluruh siswa ikut menyaksikan jalannya aksi. Massa aksi meminta agar Kepala MAN 2 Purwokerto untuk menemui massa aksi.Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Purwokerto, Muslikh tidak bertindak diam atas demo yang berlangsung di sekolah yang dia pimpin. Muslikh langsung mengadakan audiensi dengan perwakilan massa.
"Saat ini kami sedang memproses, bukan mendiamkan aduan ini. Kami akan berusaha menuntaskan kasus ini hingga selesai," kata Muslikh saat beraudiensi dengan perwakilan massa aksi di ruangannya, Kamis (17/9).Saat dilakukan proses konfirmasi, beberapa guru yang diduga melakukan pelecehan terhadap ajaran amaliyah NU saat berada di ruang kelas ikut dihadirkan. Dalam proses tersebut, para guru yang dituduh melakukan pelecehan tersebut mengaku tidak melakukannya.
Advertisement
Proses klarifikasi tersebut hadir beberapa pihak seperti Kapolsek Purwokerto Timur, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Banyumas. Dalam proses tersebut, beberapa pihak menyatakan menyerahkan proses kelanjutannya pada pihak sekolah untuk menjadi pertimbangan. Proses klarifikasi tersebut berlangsung sekitar dua jam dan berakhir sekitar pukul 11.50 WIB.
Setelah pertemuan tersebut, beberapa perwakilan massa aksi menjelaskan beberapa hasil yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Akhirnya, massa aksi membubarkan diri dan kembali ke tempatnya masing-masing. "Kami berharap, masalah ini bisa diselesaikan, karena kejadian ini tidak hanya terjadi di Banyumas saja," ucap penasehat Gerakan Pemuda Ansor Banyumas, Muktamir yang ikut dalam pertemuan tersebut.