Cekcok rumah tangga berujung hilangnya nyawa
Merdeka.com - Kekerasan dalam rumah tangga telah menjadi wacana tersendiri dalam keseharian. Ibarat peribahasa api dalam sekam, kekerasan dalam rumah tangga merupakan api konflik yang terjadi dalam wilayah domestik, yang membakar harmonisasi kehidupan pasangan suami istri.
Seperti halnya yang dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) Afrezi Arifin (20) warga Korong Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman yang harus merenggang nyawa karena dibunuh suami sendiri. Pembunuhan ini berawal dari sang suami Z (21) mengaku tidak menerima lantaran kerap dihina dan dikasari oleh istrinya.
Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat, berhasil menangkap Z (21) pelaku utama pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Kapolres Pariaman, AKBP Riko Junaldy, mengatakan pelaku ditangkap di Desa Ketan Putih Jalan Kampung Tengah Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Pelaku ditangkap pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 11.30 WIB di daerah Bengkalis Provinsi Riau," kata Riko di Pariaman, Senin (12/10).
Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan kepada petugas dan ingin melarikan diri. "Pihak kepolisian dalam hal ini sudah memberikan tembakan peringatan kepada tersangka, namun pelaku berusaha melarikan diri," ujarnya.
Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang di kaki kanan tepat di bagian betis pelaku. Saat ini, pelaku sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang guna mengeluarkan proyektil dari kaki pelaku. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya