Cegah virus, lokasi longsor Purworejo disemprot desinfektan
Merdeka.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Budi Harjono mengatakan, SAR Gabungan Tempat Kejadian Bencana (TKB) longsor Purworejo mulai melakukan penyemprotan desinfektan hari ini, Sabtu (25/6), pukul 08.00 WIB.
"Pagi ini telah dilakukan penyemprotan desinfektan di TKB," ujarnya.
Budi Harjono menjelaskan, penyemprotan Desinfektan bertujuan untuk mencegah penyakit, virus, dan bakteri yang diakibatkan dari pembusukan. Menurutnya, saat ini bau tak sedap dari pembusukan bangkai mulai menyengat.
"Karena bau busuknya sudah luar biasa. Baik bau dari bangkai binatang dan manusia," ujarnya.
Menurutnya, pembusukan tersebut akan memunculkan bakteri dalam jumlah besar. Bakteri tersebut bisa menimbulkan penyakit bila tidak segera disemprot desinfektan.
"Di hari ke tujuh sejak 18 Juni, pasti bangkainya mulai membusuk dan menimbulkan bakteri dan virus yang berpotensi menyebabkan penyakit," katanya.
Menurut Budi Harjono, penyemprotan desinfektan ini akan dilakukan di semua titik TKB yang berdasarkan data terdapat bangkai. "Kita memulai penyemprotan dari dusun Caok dan Donorati," katanya.
Bencana di Purworejo membuat 353 orang mengungsi, yakni 143 orang dari Desa Wironatan dan 210 orang dari Desa Jelok. Sebanyak 143 rumah rusak meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan. Kerugian akibat kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo diperkirakan Rp 15,73 miliar. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya