Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Penyebaran Covid-19, Perayaan Paskah di Jember Dilakukan Secara Online

Cegah Penyebaran Covid-19, Perayaan Paskah di Jember Dilakukan Secara Online Pengurus Gereja Katolik Santo Yusup Jember, FX Yiddi Purwa Mardianta saat misa secara online. Istimewa

Merdeka.com - Rangkaian perayaan Paskah tahun ini menjadi berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Gereja Katolik Santo Yusup Jember mengimbau jemaatnya untuk tidak mengikuti acara keagamaan di gereja. Sebagai gantinya, perayaan Paskah dilakukan secara online.

"Gereja dan negara berharap semua pihak mengikuti protokoler yang ditetapkan pemerintah. Jadi pemerintah menganjurkan stay at home, maka kita harus mengikuti, umat diminta di rumah saja. Semua gereja Katolik se-dunia akan mengadakan misa secara online," ujar FX Yiddi Purwa Mardianta, Humas dan Ketua Bidang Kesaksian Gereja Katolik Santo Yusup Jember saat dikonfirmasi Merdeka.com, Kamis (9/4).

Rangkaian acara keagamaan secara online itu dimulai dari Minggu Palma pada hari Minggu pekan lalu. Selanjutnya dilanjutkan dengan Kamis Putih yang akan digelar pada Kamis malam, mulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan Ibadat Jumat Agung pada pukul 15.00-18.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan Misa malam Paskah pada Sabtu malam pukul 19.00-21.00 WIB. Rangkaian ibadat diakhiri dengan Minggu Paskah pada 12 April 2020 pukul 08.00-10.00 WIB.

"Semuanya disiarkan secara online melalui akun YouTube dan Instagram Gereja Katolik Santo Yusup Jember. Misa online ini diisi oleh romo dari dua Paroki, yakni Gereja Katolik Santo Yusup Jember dan Gereja Katolik Santo Paulus yang ada di Desa atau Kecamatan Ambulu, Jember," jelas pria yang juga menjabat sebagai Pengawas Pendidikan Agama Katolik di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember.

Selain mengadakan misa secara online, Gereja Katolik Santo Yusup juga mengadakan aksi sosial bertajuk 'Warung Samaria'.

"Harapan Romo Henrikus Suwaji selaku Kepala Paroki, agar umat mendukung gerakan ini dengan suka cita," pungkas Yiddi.

Dikonfirmasi terpisah, Romo Antonius Denny O.Carm, Pastor Asistensi Gereja Katolik Santo Yusup Jember juga meminta agar umat Katolik disiplin dalam mengikuti imbauan terkait pencegahan penyebaran virus corona.

"Jangan permainkan Tuhan dengan sok berani terhadap virus ini, lalu menjadi tidak waspada. Kita mengajak umat agar kita lebih baik waspada, karena di tempat lain, seperti di Jakarta, ada orang tertular positif korona karena mengikuti kegiatan rohani," papar Romo Denny.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP