Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah penularan antraks, ternak mati mendadak diminta tak disembelih

Cegah penularan antraks, ternak mati mendadak diminta tak disembelih Ilustrasi hewan kurban. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penemuan hewan ternak yang terjangkit antraks di Kabupaten Kulon Progo, membuat peternak dan pemerintah di daerah lainnya meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya adalah para peternak dan pemerintah di daerah Gunungkidul.

"Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk mengawasi secara ketat hewan yang masuk ke Gunungkidul, terutama dari daerah yang terindikasi ada penyakit antraks," kata Bupati Gunungkidul Badingah saat dihubungi, Jumat (20/1).

Gunungkidul sebagai gudang ternak di DIY tercatat di tahun 2015 memiliki lebih dari 148.000 ekor sapi. Sedangkan populasi kambing mencapai 175.000 ekor.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan DPTP Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan, di wilayah Gunungkidul belum ditemukan adanya laporan hewan ternak terindikasi antraks. Meskipun demikian, pengawasan di pasar hewan maupun lalu lintas hewan yang masuk ke Gunungkidul mendapatkan perhatian lebih.

"Kami mengimbau jika ada hewan ternak yang mati mendadak jangan disembelih atau dikonsumsi. Lebih baik dibakar atau dikubur sedalam dua meter," ungkap Suseno.

Sedangkan di Kabupaten Bantul, pemerintah setempat pun juga mengambil langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap antraks. Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul pun mengambil langkah dengan meningkatkan kegiatan pemeriksaan kepada hewan ternak untuk mewaspadai perkembangan penyakit menular pada hewan.

"Antisipasi terus kita lakukan. Kita kerahkan dokter-dokter hewan dan tenaga penyuluh," ungkap Kepala DPPKP Bantul, Pulung Haryadi.

Pulung menuturkan bahwa beberapa tempat yang rawan penularan penyakit pada hewan ternak mendapat perhatian dari tim DPPKP Bantul. Tenaga medis dan penyuluh pun diterjunkan langsung untuk melakukan pengecekan langsung ke tempat rawa seperti rumah potong hewan dan kandang hewan ternak.

Diketahui, 16 warga Dusun Ngroto, Ngaglik, dan Penggung, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo tertular virus antraks usai menyantap hewan sembelih. Ditemukannya Antraks di Kabupaten Kulonprogo membuat Pemkab Kulonprogo maupun Pemda DIY mengambil langkah antisipatif dalam penangannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, sudah melakukan prosedur yang ada jika ada dugaan suatu penyakit diidap masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan satu ruang isolasi di RSUD Wates untuk kemungkinan terburuk jika ada kasus tersebut.

"Kita melakukan yang terindikasi sesuai prosedur. Khususnya di RS Wates sudah ada ruang isolasi. Bisa positif dan negatif. Tapi kita ambil kemungkinan terburuk. Semua puskesmas dan RS Wates menyediakan layanan," ujar Pembayun saat dihubungi, Kamis (19/1).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP