Cegah Longsor, Doni Monardo Minta Warga Tanam Pohon di Tanah Miring
Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta warga untuk menanam pohon di tanah miring untuk mencegah bencana longsor. Doni juga menambahkan, bahwa kontur atau morfologi tanah di Jawa Barat berupa kemiringan terjal. Karenanya, dia meminta warga untuk tidak menebang pohon.
"Menanam pohon di kemiringan adalah kewajiban. Karena kalau bukan pohon tetapi sayuran, tanah itu tidak kuat menahan erosi. Curah hujan tinggi akan mudah longsor," kata Doni saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Sumedang, Senin (11/1).
Sebab, bila pohon ditebang, tiga tahun kemudian akar akan busuk. Akibatnya air akan masuk di sela-sela akar yang mengakibatkan tanah menjadi labil.
"Akibat tanah labil dengan kemiringan tertentu sehingga dengan mudah longsor. Pengetahuan tentang ini belum banyak dimiliki oleh masyarakat kita," kata Doni.
Melalui pencegahan menanam pohon, Doni berharap bencana seperti yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tidak berulang.
Doni menilai, potensi bencana hidrometeorologi, dalam beberapa minggu terakhir ini telah diingatkan berulang. Menurut dia, pemerintah daerah harus bergerak serius untuk mengantisipasi potensi terkait ke depannya, terutama untuk Kawasan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat.
"Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, hampir setiap tahun wilayah Jawa Barat ini terdampak tanah longsor," tuturnya.
Menurut Doni, pada Jumat pekan kemarin, BNPB telah meminta BPBD di tingkat provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor, khususnya di masa puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021.
"Berdasarkan analisis BMKG terkait dengan cuaca, sekitar wilayah Kabupaten Sumedang telah terjadi hujan lebat dalam durasi yang cukup singkat," wanti Doni.
Doni melihat, beberapa wilayah dataran tinggi dengan kemiringan tempat yang cukup signifikan diyakini memicu labilnya tanah dan berdampak longsor. Salah satunya, pantauan dalam peringatan dini cuaca ini wilayah Cimanggung.
"Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan pada periode Januari hingga Februari 2021, masyarakat diimbau untuk waspada," ajak Doni.
Reporter: Radityo
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya