Cegah konflik lanjutan, polisi tak usut massa penyerang Pemkab Muratara
Merdeka.com - Situasi di kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali kondusif pasca unjuk rasa yang berujung anarkis. Namun, polisi kemungkinan tidak bakal memproses pelaku yang melakukan penyerangan dan pengrusakan.
Kapolsek Muara Rupit, AKP Yulfikri mengungkapkan, kebijakan itu bertujuan menghindari konflik lanjutan. Sebab, kemarahan warga bisa tersulut kembali jika salah satu atau beberapa rekannya diproses secara hukum.
"Ya tidak bakal diperpanjang atau diproses, ini bisa bahaya. Bisa saja terjadi konflik lagi, kita tidak ingin seperti itu, tidak mau dipancing dan terpancing," ungkap Yulfikri, Selasa (26/9).
Lagi pula, kata dia, beredar kabar bahwa pelaku anarkis mayoritas keluarga korban tewas saat proses pemekaran Muratara pada 2013. Mereka kecewa terhadap Pemkab Muratara yang belum memberikan santunan sesuai tuntunan massa.
"Waktu kita konfirmasi pelakunya adalah keluarga korban. Mereka kecewa karena keinginan mereka tidak dipenuhi," ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau warga tidak mudah terprovokasi karena bisa menimbulkan keresahan bagi banyak orang. "Ya jaga saja, jangan terprovokasi, redam dulu emosinya," pungkasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya