Cegah Klaster Lapas, Menkum HAM Minta Kunjungan Keluarga Tahanan Diperketat
Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengingatkan Ditjen Pemasyarakatan untuk meningkatkan kewaspadaan saat kunjungan keluarga dalam rangka Idulfitri. Hal tersebut agar tidak ada ancaman kasus baru dalam klaster lembaga pemasyarakatan.
"Kondisi over crowded dan kunjungan dalam rangka Hari Raya Idulfitri harus menjadi perhatian kita bersama demi mencegah penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan. Ditjen Pemasyarakatan harus dapat meningkatkan pengawasan dan respons cepat jika terdapat kasus Covid-19," kata Yasonna saat memberikan pengarahan dalam acara apel pegawai dan halal bihalal virtual bersama pegawai dan jajaran kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Senin (17/5).
Dia pun berharap, Indonesia bisa terbebas dari Covid-19. Serta tidak ada lonjakan kasus pasca libur lebaran.
"Untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 harus ada gotong royong dan kepedulian antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat," bebernya.
"Beberapa waktu belakangan ini setelah Hari Raya masih banyak kita temukan keramaian-keramaian di tempat-tempat wisata. Kita harapkan dan doakan agar tidak terjadi lonjakan Covid-19 di Indonesia," tambahnya.
Sementara itu diketahui, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengklaim perkembangan kasus Covid-19 hingga hari keempat usai Lebaran relatif terkendali. Hal tersebut terlihat dari angka kasus aktif nasional yaitu 5,2 persen dibanding global yaitu 11,09 persen.
"Tadi dalam rapat terbatas dengan Bapak Presiden beberapa hal kami laporkan. Bahwa perkembangan kasus covid relatif masih terkendali. Di mana kasus aktif nasional adalah 5,2 persen. Dibandingkan global yang 11,09 persen," katanya usai mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/5).
Kemudian, dia menjelaskan, angka kasus sembuh pun meningkat menjadi 92 persen dibanding global 86,83 persen. Walaupun demikian angka kematian di Indonesia masih mengkhawatirkan yaitu 2,8 persen sementara global sudah menurun mencapai 2,07 persen.
"Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus 5 Februari yang lalu. Dan kasus aktif adalah, minus, pengurangannya sebesar 7.595 dalam satu minggu terakhir. Sehingga jumlah kasus aktif berada dalam kisaran 90.800 orang," bebernya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya