Cegah karhutla, Mendagri minta perusahaan tak hanya ambil untung
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo meminta perusahaan lebih serius turut mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan demikian, musibah itu bisa cepat ditanggulangi sehingga tak menimbulkan dampak.
"Semua pihak harus terlibat, jalin koordinasi dan komunikasi, termasuk perusahaan," ungkap Tjahjo saat menghadiri apel siaga asap di areal PT OKI Pulp & Paper di Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumsel, Kamis (24/3).
Tjahyo menegaskan, perusahaan harus menyediakan fasilitas pendukung dan membuat kanal bloking di sekitar perusahaannya sebagaimana diinstruksikan presiden. Agar bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran segera diatasi.
"Perusahaan harus miliki itu, menggerakkan lingkungannya. Jangan hanya mengambil untung saja, membangun pabrik saja, jangan menanam saja," tegasnya.
Tjahjo juga mengingatkan, pemerintah daerah tidak selalu menunggu bantuan dan kebijakan pusat ketika terjadi karhutla. Gubernur dan bupati/walikota hingga kepala desa segera mengambil tindakan tegas.
"Kalau ada percikan api harus ditangani segera secara swadaya, gotong royong ajak masyarakat, ada komandonya. Jangan menunggu pusat harus proaktif," ujarnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menambahkan, yang paling penting dilakukan menjelang musim kemarau adalah mencegah terjadinya kebakaran. Semua peralatan perusahaan harus dikerahkan sepenuhnya, termasuk dana dan sumber daya manusia.
"Kita pasti bisa, harus dicegah sebelum terjadi," pungkasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya