Cegah bentrok, 10 Napi pindahan LP Kerobokan dikirim ke Madiun
Merdeka.com - Pasca bentrokan berdarah menelan dua korban jiwa di dalam Lapas Kerobokan, Badung, hingga merembet kepada perkelahian antarormas di Denpasar, beberapa tahanan dipindahkan. Sebanyak 20 Napi penghuni Blok C di Lapas Kerobokan diboyong ke Lapas Klungkung.
Sayangnya baru 12 hari menetap, mereka sudah membikin resah napi di Lapas Klungkung, Bali. Apalagi kondisi di Lapas Klungkung ini juga kelebihan kapasitas. Alhasil, 10 napi pindahan dari Lapas Kerobokan dikirim ke Lapas Porong dan Madiun, Jawa Timur.
"Tindakan pemindahan ini kami lakukan karena Rutan Klungkung sudah over kapasitas," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Bali, Nyoman Putra Surya, Selasa (29/12).
Menurut Nyoman Putra, pemindahan sepuluh napi yang terlibat aksi bentrokan di Lapas Kerobokan itu dilakukan guna menjaga stabilitas isi lapas/rutan di Bali. Karena dalam pemindahan napi itu, tidak hanya mereka yang berada di Rutan Klungkung dikirim ke Lapas Porong dan Madiun, Jawa Timur. Namun, lanjut dia, ada 20 napi dari Lapas Narkotika, dua napi dari Rutan Bangli, tujuh napi dari Rutan Karangasem, dan seorang napi dari Rutan Tabanan.
"Sehingga kalau kita total, secara keseluruhan napi asal Rutan atau Lapas di Bali yang dikirim ke Jawa Timur ada 40 orang. Di mana 20 orang napi akan menempati Lapas Madiun, dan 20 orang napi akan masuk ke Lapas Porong," ucap Nyoman Putra.
Pemindahan para napi itu mendapatkan pengawalan langsung dari Brimob Polda Bali. Dalam prosesnya, para napi diperiksa secara ketat. Meski demikian, pasukan Brimob Polda Bali saat melakukan pemeriksaan masih menemukan barang bawaan para tahanan berupa rokok, pisau cukur, dan ponsel.
"40 Tahanan itu kami kawal dengan ketat sampai di Jawa Timur. Setidaknya langkah ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya bentrok susulan, terutama menjelang Tahun Baru 2016," tutup Nyoman Putra.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya