Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah antrean 1.000 pasien perhari, RSUZA Aceh bikin sistem online

Cegah antrean 1.000 pasien perhari, RSUZA Aceh bikin sistem online Ilustrasi kamar rumah sakit. ©Shutterstock.com/VILevi

Merdeka.com - Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) telah memiliki fasilitas registrasi pasien secara daring alias online. Fasilitas ini dibuat sebagai solusi antrean panjang yang selama ini terjadi.

Registrasi secara daring secara resmi sudah diluncurkan sejak Selasa (31/10). Saat ini seluruh pasien yang hendak berobat di rumah sakit rujukan pemerintah ini tidak perlu lagi datang ke RSUZA untuk mendaftar pasien, cukup melalui fasilitas daring yang telah disediakan.

Direktur RSUZA, Banda Aceh, Fahrul Jamal menyebutkan sistem registrasi online merupakan salah satu cita-cita dan mimpi bersama. Sebab selama ini proses registrasi pasien merupakan yang paling sering dikeluhkan.

"Jumlah pasien yang terlalu banyak, mencapai 1.000 orang per hari. Kita bahkan pernah menemukan calo untuk mengambil nomor antrean," kata Jamal, Rabu (1/11).

Jamal berharap sistem registrasi online bisa memberi kemudahan bagi pasien. Pasien bisa mendaftarkan diri lewat aplikasi dan datang berobat hanya dengan membawa barcode atau kode booking yang nantinya bisa diakses di loket pendaftaran.

"Fasilitas ini satu yang membanggakan, karena merupakan karya staff IT kita," kata Jamal.

Kepada pemerintah Aceh, Jamal meminta agar rumah sakit regional bisa secepatnya beroperasi. Dengan demikian pasien di Zainoel Abidin tidak lagi membludak sehingga luput dari penanganan. Dengan beroperasinya rumah sakit regional nantinya, Rumah Sakit Zainoel Abidin hanya menangani kasus yang levelnya tidak bisa ditangani di kabupaten kota.

"Tempat rawat kita masih kurang. Padahal ada 750 tempat tidur di sini," kata Jamal.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengapresiasi sistem pendaftaran online. Ini merupakan sebuah lompatan kecil yang dampaknya besar bagi dunia kesehatan di Aceh.

"Keuntungannya sangat besar dan tentunya sangat membantu seluruh masyarakat Aceh. Apalagi Pemerintah Aceh menjadikan kesehatan sebagai salah satu program prioritas," kata Nova Iriansyah.

Dengan aktifnya sistem daring, seluruh masyarakat Aceh akan terhubung dalam sistem pelayanan dan bisa mendaftar tanpa harus hadir di rumah sakit. Dengan demikian, para dokter pun bisa dengan mudah memeriksa rekam medik pasien.

"Proses ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan dengan demikian pelayanan akan sangat cepat dan akurat," kata Nova.

Selain di rumah sakit, Nova berharap agar sistem tersebut bisa diterapkan di semua instansi lain di Aceh, karena sistem daring merupakan bagian dari kebijakan pemerintah Aceh untuk program Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu).

Dengan sistem itu pula, Nova berharap penilaian publik atas layanan di rumah sakit Zainoel Abidin bisa lebih baik tanpa ada justifikasi miring dan negatif. Selain itu, Nova meminta agar pelayanan kepada pasien untuk terus ditingkatkan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP