Cegah ancaman ISIS di Natal & Tahun Baru, polisi dilarang cuti
Merdeka.com - Seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Sumsel dilarang mengajukan cuti saat perayaan Natal dan pergantian tahun. Polisi harus siaga penuh demi mengamankan kedua perayaan itu dari gangguan ketertiban, termasuk ancaman teror Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri mengungkapkan, pengamanan Natal dan Tahun Baru 2016 mendatang menjadi agenda besar di tahun ini. Setidaknya dua per tiga personel diterjunkan ke lapangan untuk penjagaan.
"Nanti dua per tiga kekuatan kita di seluruh wilayah Sumsel diturunkan, difokuskan menjaga keamanan saat Natal dan malam Tahun baru," ungkap Iza, Senin (21/12).
Oleh karena itu, pengajuan cuti tidak akan diterima, kecuali anggota yang merayakan Natal diberikan cuti selama dua hari. Hal itu untuk memaksimalkan kenyamanan masyarakat, termasuk mencegah terjadinya teror gerakan ISIS dalam perayaan itu.
"Penjagaan ketat kita lakukan di setiap gereja, anggota Brimob bersenjata lengkap dan Gegana nge-pam di sana. Ini juga untuk antisipasi teror ISIS," ujarnya.
Dia menambahkan, sejauh ini teror gerakan radikal tersebut belum terpantau di wilayah Sumsel. Namun, bukan berarti antisipasi tidak dilakukan.
"Kita berharap Sumsel aman dari segala bentuk ancaman teror, kita maksimalkan kekuatan kita," kata dia.
Selain di setiap gereja, dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru ini juga dilakukan pengamanan di jalan raya yang bertujuan mengatur arus lalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan kejahatan jalanan.
"Patroli dan razia juga akan kita gencarkan di titik-titik rawan kejahatan," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya