CCTV rusak, polisi kesulitan ungkap penembakan pengusaha
Merdeka.com - Penembakan Husein Witarja Komara (42) bos keamanan Red Guard Security masih menjadi teka-teki polisi. Bahkan, polisi pun dibuat harus ekstra kerja keras untuk menguak pelakunya.
Soalnya, tujuh kamera closed circuit television (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP), di Jl Tendean, Hegarmanah, Bandung yang bisa menjadi kunci pengungkapan penembakan ternyata tidak berfungsi untuk merekam.
"Kami telah memeriksa tujuh CCTV yang tersimpan di sejumlah rumah yang berada di sekitar TKP. Kami berharap bisa menguak melalui CCTV itu. Tetapi setelah diperiksa CCTV itu tidak merekam," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes, Bandung, Sabtu (5/5).
Kendati begitu kata Abdul, tidak berarti penyelidikan menjadi terhambat. Sebab, pihaknya bakal menggali informasi, menganalisa olah TKP, serta menghimpun keterangan saksi-saksi. "Kami lakukan penyelidikan secara intensif. Bahkan, kami juga bisa menguak motif dan pelaku berdasarkan hasil olah TKP," imbuhnya.
Jumat (4/5), Husein ditembak oleh orang tidak dikenal saat mengendarai mobilnya. Pelaku menaiki mobil Avanza hitam dan melepaskan dua kali tembakan. Husein yang sempat berupaya mengejar akhirnya tidak mampu bertahan. Dia kemudian tewas dengan dua luka tembakan di bagian dada dan leher. Polisi menduga motif penembakan adalah dendam. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya