Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Carok dengan anak tiri, Bunarwi tewas usai celurit menancap di leher

Carok dengan anak tiri, Bunarwi tewas usai celurit menancap di leher Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bunarwi (60), warga Dusun Bendusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meregang nyawa di tangan anak tirinya, Heriyanto (40), Senin (25/7) malam. Sebelum korban tewas, keduanya terlibat cekcok mulut dan berkelahi dengan menggunakan senjata tajam.

"Korban meninggal dunia adalah Bunarwi (60), warga Dusun Bendusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Korban meninggal setelah sebelumnya terlibat 'carok'' atau perkelahian dengan Heriyanto (40) yang tak lain anak tiri korban," ujar Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta di Situbondo, Selasa (26/7), dikutip dari Antara.

Gede menjelaskan, jauh-jauh hari sebelumnya keduanya kerap kali terlibat cekcok mulut. Kemudian perkelahian kembali terjadi ketika korban dari sungai menuju rumah.

"Informasi sementara yang kami dapatkan korban dan pelaku terlibat 'carok' ketika korban pergi ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Tetapi saat hendak pulang dalam perjalanan korban bertemu pelaku dan keduanya berkelahi menggunakan celurit," katanya.

Gede mengungkapkan, korban tewas di lokasi kejadian dengan kondisi tertelungkup ke tanah dan senjata tajam masih menancap di bagian leher. Sedangkan pelaku juga mengalami luka di leher akibat terkena celurit milik bapak tirinya dan harus menjalani perawatan di RSUD dr Abdoerrahem Situbondo.

"Sementara barang bukti yang kami amankan dua senjata tajam jenis celurit milik korban dan pelaku. Untuk mengetahui pasti motif perkelahian yang menyebabkan kematian ini, kami masih akan memintai keterangan kepada pelaku setelah pulih serta memintai keterangan saksi-saksi lainnya," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP