Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cari keadilan keluarga bongkar makam bocah Gabriella

Cari keadilan keluarga bongkar makam bocah Gabriella Autopsi Gaby. ©2016 merdeka.com/raynaldo

Merdeka.com - Tak ada lagi canda tawa yang bisa didengar Asip dari anaknya Gabriella Sheryl Howard. Pasalnya, bocah berusia 8 tahun itu meregang nyawa saat berusaha menolong temannya yang tak mampu berenang saat mengikuti olah raga renang di Sekolah Global Sevilla yang terbilang sekolah elit.

Peristiwa berawal saat Gaby mengikuti olahraga renang di sekolahnya pada 17 September 2015 silam. Sebelum tewas, korban sempat berusaha menolong rekannya yang tak mampu berenang, hingga akhirnya tenggelam dan tak mampu diselamatkan.

Gabriella pun merenggang nyawa karena ketidakmampuan sekolahnya untuk menyelamatkan bocah cilik tersebut. Bahkan, pihak sekolah sempat menutupi kecelakaan tersebut dari kedua orangtuanya.

Mereka pun enggan disalahkan atas kematian anaknya. Asip mengatakan pihak sekolah juga tidak memberikan ganti rugi yang sesuai dalam kasus ini.

Pihak sekolah, katanya, hanya memberikan kompensasi sebagai ganti rugi yakni biaya rumah duka dan pemakaman atas putrinya itu. Dengan ganti rugi itu, sekolah mengklaim telah bertanggung jawab secara keseluruhan.

"Biaya rumah duka abadi di Daan Mogot, biaya kuburan dianggap Rp 36 juta sudah selesai. Hadir di pemakaman dianggap sudah memberikan dukungan moril. Sekolah berkoar-sekolah itu dianggap kompensasi sudah bertanggung jawab secara keseluruhan," kata Asip di Kompleks San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Kamis (14/4). (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP