Cara Suciwati sambung hidup setelah ditinggal mati Munir
Merdeka.com - Kematian Munir Said Thalib aktivis pejuang HAM yang mendirikan Kontras dan Imparsial hingga kini masih misterius. Belum juga terungkap siapa pelaku yang menyebabkan Munir tewas karena diracun dalam penerbangan ke Belanda pada 7 september 2004.
Suciwati, istri Munir masih terus mencari keadilan atas kasus pelanggaran HAM tersebut.
Selain terus mendesak berbagai pihak untuk mencari dalang sebenarnya, Suci juga bertanggungjawab untuk membesarkan kedua anaknya, Alif
Allende (12) dan Diva Suukyi (8). Saat ini dia bersama kedua anaknya tinggal di Batu, Malang, Jawa Timur.
Di kota kecil Batu, Malang, dia mulai merintis toko camilan dan suvenir khas kota itu. Di sana, dia juga menjual buku-buku dan memorabilia tentang suaminya. Suci berharap dengan itu dia mampu menghidupi dirinya dan anak-anaknya sampai mereka dewasa.
Kepada dua anaknya, Suciwati menceritakan apa yang terjadi kepada mereka dengan bahasa yang mudah dipahami. Dia juga sering tanamkan pemikiran kepada anaknya agar mereka membuang jauh-jauh dendam dalam benak dan memaafkan orang-orang yang sudah membunuh ayahnya. Meski demikian, dia juga mendorong anak-anaknya untuk berjuang di jalan kebenaran.
Suciwati gigih demi mencari keadilan meski dirinya harus terbang ke luar negeri dan meninggalkan anak-anaknya untuk bertemu dengan berbagai pihak. Dia juga aktif dalam pertemuan keluarga korban kasus Mei pada tahun 1998.
Namun sayang, Suciwati enggan bercerita banyak saat dihubungi merdeka.com untuk menceritakan kisah hidupnya dan anak-anaknya pascaditinggalkan Munir. "Kalau mau bahas tentang suami saya, tanya saja ke Kontras," kata Suciwati singkat.
Laporan: Gaby Virginia (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya