Cara Gubernur Zulkieflimansyah Dengarkan Curhatan Warga NTB
Merdeka.com - Satu bulan pertama memimpin NTB, Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Rohmi Djalilah bergerak cepat menjalankan roda pemerintahan daerah, melayani kebutuhan masyarakat dan menanggulangi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi.
Salah satu caranya adalah menggelar acara tatap muka dan berdialog langsung dua arah dengan masyarakat bertajuk 'Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi' yang dilaksanakan pada setiap hari jumat jam 07.00 - 09.00 WITA yang sudah dimulai sejak Jumat 12 Oktober 2018 di halaman Kantor Gubernur.
"Nantinya di seluruh wilayah NTB di Pulau Lombok maupun Sumbawa, masyarakat dapat berdialog langsung dan bertemu dengan saya dan Ibu Wagub," jelas Gubernur yang akrab dipanggil Doktor Zul itu.
Pada Jumat 2 Oktober 2018 lalu, program ini digelar di dua pulau besar NTB dalam satu hari. Pagi hari digelar di Lapangan Kantor Gubernur NTB di Mataram, sore harinya langsung digelar juga di Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten.
Bagi masyarakat yang belum dapat hadir dalam acara tersebut, Pemprov NTB juga mengembangkan aplikasi NTB Care. Warga NTB dapat menyampaikan aspirasinya dengan mendownload aplikasi NTB Care melalui ponsel Android.
"Pengaduan dan masukan dan saran, gagasan maupun kritikan, silakan disalurkan melalui NTB Care. Insya Allah kami serap, salurkan melalui OPD terkait, dan segera ditindaklanjuti secepatnya. Demi NTB yang lebih baik, nyaman dan maju sejahtera juga adil merata," kata Zulkieflimansyah.
"Bagi kami ini bukan lagi semata kewajiban, tapi sudah kami anggap sebagai kebutuhan. Sebuah kanal atau wadah komunikasi dua arah antara stakeholder dan shareholder sebuah pemerintahan, baik yang bersifat top down maupun bottom up. Minimal dengan forum seperti ini, rakyat bisa didengar dan dilayani, selanjutnya kami sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat bisa meneruskannya dalam bentuk respon langsung dan tindak lanjut yang konkret," lanjut politikus PKS itu.
Beragam keluhan diperoleh dalam acara ini. Misalnya saja soal kondisi hutan Sumbawa yang menurun kualitasnya karena pembalakan liar. Kemudian soal alih fungsi lahan atau dilanda kebakaran. Begitub juga soal revitalisasi pasar tradisional, kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, hingga kondisi penerangan jalan yang memprihatinkan, jadi curhatan warga.
"Inilah tantangan bagi para kepala daerah dan jajaran pembantunya. Bagaimanapun cara dan mekanismenya, amanah dan tanggung jawab wajib dilaksanakan," kata Zul.
Zul mengatakan, monitoring pelaksanaan dan penuntasan setiap keluhan warga, adalah kuncinya. Tenggat waktu untuk memberikan solusi yang riil, kata dia, menjadi pekerjaan rumah kepada para pengampu kebijakan di Pemda/Pemkot di Lombok maupun Sumbawa, mulai saat ini.
"Insya Allah efektif dan efisien," tegas dia.
Silaturrahim langsung, alias rapat tatap muka langsung dengan warga maupun para aparat pemerintahan tingkat paling dasar seperti kepala desa atau lurah untuk membahas percepatan pemulihan atau penanganan pascabencana tahap rekonstruksi pun intens digelar.
Seperti misalnya pertemuan dengan para kades dari Lombok Timur, Bima dan Dompu pertengahan pekan ini di pendopo rumah dinas Gubernur NTB setelah subuh berjamaah atau ba'da maghrib. Medium curah pendapat untuk membahas bagaimana prosedur praktis pembentukan kelompok masyarakat (pokmas), demi mempercepat proses transfer dana pembangunan kembali rumah warga terdampak gempa.
"Ujungnya adalah untuk mempersingkat proses renovasi dan atau pembangunan ulang dengan pilihan risha (rumah instan sehat sederhana), riko (rumah instan konvensional) atau rika (rumah instan kayu)," tutup Zul. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya