Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Azizah Ma'ruf Amin Atasi Masalah Sampah di Tangsel

Cara Azizah Ma'ruf Amin Atasi Masalah Sampah di Tangsel siti nur azizah kenalkan program jelita. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Tempat pembuangan sampah di kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu persoalan yang hingga kini belum bisa teratasi dengan baik.

Meski ada program bank sampah hingga rumah minim sampah, pengelolaan sampah di Tangsel belum juga dapat diatasi. Sheet pile Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang rontok. Ratusan ton sampah tumpah memenuhi bibir sungai Cisadane.

Bakal calon walikota Tangsel, Siti Nur Azizah mengaku sudah lama berdiskusi dengan aktivis lingkungan terkait kebutuhan kota dalam pengelolaan sampah.

Azizah berpandangan perlu ada gerakan gotong royong untuk mengatasi persoalan sampah. Tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja. Masyarakat pun harus terlibat.

"Tinggal bagaimana mengkomunikasikan ke masyarakat dalam gerakan sampah ini. Kalau ada kemauan serius dari pemerintah saya yakin bisa," kata Azizah saat diskusi bersama aktivis lingkungan di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Minggu (21/6). Disampaikan dalam siaran pers Senin (22/6).

Azizah pun memamerkan program penanganan sampah. Namanya jelita atau jemput limbah rumah tangga. Program ini mengelola sampah organik menjadi pupuk cair.

Putri Wapres Ma’ruf Amin ini yakin, jelita sesuai namanya akan digemari masyarakat. Selain mudah dikerjakan juga hasilnya bisa mengurangi tumpukan sampah yang kian menggunung di TPA Cipeucang.

"Kalau jadi gerakan masyarakat Tangsel dalam waktu tidak lama masalah sampah bisa teratasi. Terpenting pemerintah bisa masif menggerakan program ini. Warga pun mendukung," ungkapnya.

Kata dia, program jelita menjadi gerakan kota yang kemudian menggerakkan partisipasi masyarakat. Sebagai motor penggerak RT dan RW lokal di rumah tangga. Hal tersebut tentunya menjadi gerakan masyarakat kota Tangsel. Ini menjadi solusi sistematis, terukur, partisipasi masyarakat.

"Tak hanya menggaungkan Tangsel sebagai smart city tapi juga smart society,"ujarnya.

Sementara itu, aktivis lingkungan dari Sekber Jeletreng, Aquary Sandi mengkritik pola pikir pemerintah dalam melihat isu lingkungan. Yakni hanya melihat satu aspek saja, namun mengabaikan aspek lainnya.

Misal arah pembangunan tak hanya dilihat dari infrastruktur saja tetapi juga pelestarian lingkungan. Nah, ini yang harus dilihat. Selama ini ukuran keberhasilan kota dipandang dari bagusnya jalan, banyaknya gedung bertingkat, dan sebagainya.

Pemerintah dinilai sering abai terhadap pelestarian lingkungan, menjaga lingkungan, ataupun mengkampanyekan gerakan lingkungan.

"Kalaupun ada masalah lingkungan yang dibahas hanya seremonial saja tanpa aksi nyata. Ini yang harus diubah," katanya.

Tanpa adanya gerakan konkret pemerintah ditambah kesadaran masyarakat, jangan harap persoalan sampah bisa selesai. Yang ada, bencana di TPA Cipeucang bisa terulang lagi. Karenanya, dia menyambut baik inisiasi program jelita yang digagas putri Wapres tersebut.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP