Calon bidan ditemukan tewas tergantung di asrama ponpes di Palembang
Merdeka.com - Mahasiswi sekaligus santriwati Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang digegerkan dengan peristiwa gantung diri yang dilakukan seorang calon bidan di asrama pondok. Belum diketahui motif aksi tersebut.
Korban diketahui bernama Ti (19), warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Dia tercatat sebagai mahasiswi Akademi Kebidanan Ponpes Assanadiyah yang beralamat di Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
Korban ditemukan oleh sesama mahasiswi tergantung di atas jendela dengan kondisi leher terlilit tali nilon dan lidah terjulur keluar, Jumat (11/5) dini hari. Jasadnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat minggat dari asrama. Namun, mereka tidak mengetahui masalah yang dihadapi korban.
"Kami tidak tahu kenapa dia gantung diri, tidak pernah cerita. Beberapa hari kemarin dia minggat dari asrama, tidak tahu juga kenapa alasannya, tertekan atau ada masalah lain," ungkap kakak sepupu korban, Deni Aryani (35), Jumat (11/5).
Sementara itu, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dr Indra mengatakan, korban diduga kuat murni karena gantung diri. Sebab, ditemukan bekas lilitan tali di lehernya dan lidahnya menjulur keluar.
"Kalau dilihat dari pemeriksaan liar ini menunjukkan ciri-ciri gantung diri. Tidak ada tanda kekerasan selain bekas lilitan tali di leher dan mengeluarkannya bui dari mulutnya," jelas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya