Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin soal Pileg & Pilpres serentak: Kalau ada kekacauan MK masuk neraka

Cak Imin soal Pileg & Pilpres serentak: Kalau ada kekacauan MK masuk neraka Milad Pemuda Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta Mahkamah Konstitusi (MK) bertanggung jawab jika terjadi kegaduhan dalam proses pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg). Seperti diketahui, 2019 kelak, Indonesia kali pertama menggelar Pilpres dan Pemilu secara berbarengan.

"Kalau sampai kacau MK harus bertanggung jawab di dunia dan akhirat," ujar Cak Imin di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Jalan Wijaya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (22/5).

Cak Imin mengaku dirinya merupakan salah satu pihak yang memprotes kebijakan tersebut. Dirinya mengaku sudah menerima keluhan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kesulitan dalam proses perhitungan jika nantinya Pilpres dan Pileg berjalan serentak.

"Sungguh saya menampung keluhan dari KPU, simulasi normal saja, mulai dari pencoblosan hingga perhitungan membutuhkan waktu 24 jam dengan lima kertas suara. Oleh karena itu, MK harus bertanggung jawab. Kalau ada kekacauan, MK masuk neraka," kata dia.

Meski menolak putusan MK, Cak Imin mengaku akan menampung masukan Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto. Tommy sempat menyarankan agar pemilihan presiden dikembalikan kepada MPR.

"Ya sebetulnya semua masukan akan kita tampung, masukan Pak Tommy bagus," kata Cak Imin.

Namun Cak Imin menyayangkan masukan yang dia anggap bagus itu muncul dari Tommy Soeharto.

"Tapi alangkah bagusnya bukan hanya Pak Tommy yang mengusulkan. Jadi dikiranya jadi ingin kembali ke masa Orde Baru," kata Cak Imin.

Reporter: Fachrur RozieSumber: Liputan6.com

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP