BW: Kesadaran akal sehat lebih dahsyat ketimbang argumentasi hukum
Merdeka.com - Semangat anti korupsi yang ada di negeri ini nampaknya sudah menjadi darah daging semua kalangan. Hal ini terbukti dengan digelarnya gerakan bertajuk #seni lawan korupsi yang berlangsung di TIM, Jakarta (5/3).
Acara yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Koalisi Seni Indonesia (KSI) bersama 32 lembaga seni di Jakarta ini menggelar serangkaian aktivitas kesenian. Diantaranya pertunjukan musik, pameran seni rupa, wayang orang, standup comedy, pembacaan puisi, dan bermacam kesenian yang memiliki benang merah dengan semangat anti korupsi.
Beberapa penggiat seni juga unjuk aksinya termasuk Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Bambang Widjojanto. Mereka diantara seni lawan korupsi adalah CakLontong, Butet Kertarajasa, PM Toh, dan lain sebagainya.
"Karena kesadaran-kesadaran yang masuk dibalik hati nurani dan akal sehat itu jauh lebih dahsyat ketimbang pernyataan teks dan argumentasi hukum yang jauh tidak dimengerti," kata Bambang seusai acara "seni lawan korupsi".
Bambang menyoroti bahwa seni adalah sebuah media aspirasi publik dalam terbentuknya kesadaran akan sebuah realita kehidupan. Bambang berpendapat dalam orasinya yang penuh dengan emosi kebangkitan dengan didasari oleh nuraninya yang mencuat nantinya dapat diterima sebagai sesuatu yang baik bagi publik.
"Seni mampu mengekspresikan berbagai soal yang di terima masyarakat dan di transformasikan menjadi sebuah kesadaran publik. Saya merasa tergerak bergetar karena ini sebuah kehormatan, mencoba semaksimal mungkin mengungkapkan apa yang menjadi pikiran dan fakta di seluruh labirin dan mudah-mudahan menjadi sesuatu," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya