Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Buzzer di media sosial

Buzzer di media sosial Buzzer Twitter. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Media sosial merupakan salah satu hal yang paling berpengaruh saat ini. Tidak hanya menjadi jembatan komunikasi antar satu orang dengan yang lainnya, kini media sosial juga digunakan sebagai lahan pencari uang.

Seperti halnya media sosial twitter, banyak para penggunanya melakukan cuitan bukan untuk komunikasi semata, namun untuk mempromosikan sesuatu. Mereka biasanya disebut dengan buzzer. Buzzer ini lah yang kemudian dibayar oleh perusahaan atau klien karena mempromosikan produk atau barangnya tersebut.

Pemilihan buzzer sendiri tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahan, seperti jumlah followers yang diperhitungkan. Para buzzer rata-rata mendapatkan upah ratusan ribu hingga jutaan, tiap tweet berbayarnya. Bahkan sekali tweet, mereka bisa dibayar hingga Rp 2 juta, tergantung jumlah followernya.

Seperti dikutip Semiocast, social media market researcher, hal inilah yang membuat pengguna Twitter Indonesia menjadi lahan yang cocok untuk media promosi brand ataupun produk tertentu melalui buzzer berbayar.

Dilansir VR-Zone (18/1), berdasarkan data terbaru dari Onavo Insights, Jakarta menjadi kota dengan jumlah pengguna Twitter terbanyak dan teraktif di banding kota lain di seluruh dunia. Hal ini tidak mengherankan jika melihat data dari Onavo yang juga mengungkapkan jika 64 persen warga negara Indonesia aktif menggunakan Twitter. Di Amerika Serikat saja, hanya tercatat 36 persen penduduknya yang intens menggunakan dan aktif di Twitter.

Lansiran tersebut juga menjelaskan jika rata-rata buzzer berbayar di Jakarta merupakan sosok seperti orang-orang yang terkenal di twitter yang biasa disebut selebtweet, selebriti, artis, maupun orang terkenal lainnya. Seperti komedian Fico Fachriza, pria bertubuh subur yang sukses menyabet juara 2 Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia ini mengaku kerap kali ditawari buzzer melalui akun twitter miliknya @ficocacola.

Memiliki sekiranya 180 ribu followers, Fico sering mendapat tawaran untuk mempromosikan barang atau produk suatu perusahaan. Tak heran jika kita lihat tweet rentetannya membahas keunggulan suatu produk.

"Biasanya bayarannya itu sekitar Rp 700.000 sampai Rp 800.000 untuk sekali tweet," kata Fico ketika dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (5/8).

Fico mengungkapkan, dia beserta comic atau komedian lainnya memang sering menjadi buzzer di twitter. Penghasilan di tiap bulannya pun terbilang cukup besar. Namun Fico mengakui, bukan jumlah followers lah yang menjadi faktor utama suatu perusahaan memilih buzzer.

"Bukan jumlah followersnya, tapi ada faktor lain. Syaratnya seperti, followers kita harus aktif nilai klout (interaksi dengan followers) tinggi, lalu siapa orang-orang yang follow dia," ucapnya.

Fico pun mencontohkan, misal ada akun bola dengan followers 50.000, dengan akun selebtweet dengan tweet galaunya mencapai 100.000 followers, maka suatu perusahaan besar misal perusahaan rokok lebih berani membayar akun bola dibanding selebtweet.

"Sebab target marketing akun bola tersebut marketnya lebih jelas," tutup Fico.

Rata-rata akun buzzer ini akan mulai promosi produk atau brand tertentu lewat tweet yang mereka unggah pada jam tertentu seperti jam 07.00 - 10.00 WIB atau 16.00 - 20.00 WIB , yang mana trafik internet di Indonesia sedang dalam masa puncak dan besar kemungkinan pengguna jejaring sosial Twitter membaca tweet berbayar tersebut.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP