Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Buwas tanggapi serius curhatan Fredi, mau habisi petugas BNN nakal

Buwas tanggapi serius curhatan Fredi, mau habisi petugas BNN nakal freddy budiman. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Curhatan terpidana mati FrediBudiman kepada Koordinator KontraS Haris Azhar tahun 2014 lalu menjadi heboh belakangan ini. Di curhatan tersebut, Fredimenjelaskan adanya kucuran dana yang salah satunya dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso pun geram. Dia berharap Haris bisa bekerja sama dengan memberikan bukti-bukti otentik akan kebenarannya.

"Saya harap ada buktinya dan saya tidak pernah bermain-main dalam hal ini. Saya akan tindak tegas. Saya harap saudara Haris bekerja sama mengungkap apakah ada rekaman atau apa, tim saya sedang bekerja tim yang ada untuk penelusuran," kata Komjen Buwas di Gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (2/8).

Dalam hal ini, Buwas mengungkapkan, pihak BNN sudah mengambil langkah internal ingin bekerja sama dengan Haris untuk menyampaikan secara utuh dengan bukti otentik yang ada. Sebab kalau tidak ada bukti, maka jatuhnya fitnah.

"Paling saya butuh keterangan ada kejadian itu kapan, di mana, jam nya. Kalau disampaikan, kita bisa menemukan kira-kira siapa. Katakan kalau benar sistem yang mengirim uang saat itu, dan siapa saksi. Itu mudah.

"Kalau penelusuran gampang, mudah, kita kerja sama PBHTK, kemarin kita telusuri rekam jaringan freddy untuk TPPUnya," tambahnya.

Jika nantinya Haris bisa memberikan bukti dan benar adanya bahwa anggota BNN terlibat, Buwas mengatakan pihaknya langsung tindak tegas beri hukuman. Kasus ini pun sudah dilakukan koordinasi dengan Kapolri dan TNI.

"Tapi saya belum bisa memastikan, saya yakin saudara Haris punya bukti. Beliau tak main-main soal kasus ini, apa yang dia tahu saya minta dia berikan," ucapnya.

Soal pengungkapan Haris, Buwas menyambutnya optimis, yakni niat baik Haris dalam citra lembaga hukum. Namun sayang, Haris tak ungkapkan saat Freddy belum dieksekusi.

"Mungkin Haris niatnya baik, tapi ada aturan. Seyogyanya kalau dia tahu sejak tahun 2014, kenapa enggak disampaikan saat itu? Karena itu masih hangat, Fredimasih ada. Sekarang kan kita baru mengungkap, tapi semua baru katanya-katanya," tutur Buwas.

"Untuk sementara, kapan dan waktunya kejadian kita baru bisa telusuri agenda perintah dan surat tamu. Sekarang kita baru mau minta Kepala Lapas apa benar anggota BNN yang melakukan itu. Anggota BNN juga manusia, apa saja bisa terjadi. Namun kembali lagi, kalau Haris tak mau menyampaikan di publik asal ada barang buktinya, kita bisa bicarakan internal. Karena itu penting," tutupnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP