Butuh makanan, pengungsi anak-anak mengemis di jalan Tol Merak
Merdeka.com - Mengaku belum ada bantuan dan biaya untuk makan, puluhan anak-anak pengungsi banjir di kilometer 57 Tol Tangerang-Merak mengemis. Mereka meminta uang kepada para pengendara yang melintas.
"Dapat Rp 2.000, untuk makan," kata seorang anak yang sedang menadahkan baskom keranjang ke arah pengendara, Rabu (22/1).
Padahal, dari percakapan merdeka.com dengan salah seorang pengungsi ibu-ibu bernama Mumun, mereka sudah mendapatkan bantuan makanan berupa roti. Tapi warga tidak antusias dengan bantuan tersebut. "Ada bantuan dikasih roti. Enggak tahu dari siapa," ujarnya.
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Manado
Aksi mereka ini cukup membahayakan dan mengganggu arus lalu lintas. Sementara belasan polisi dan petugas tol hanya bisa mengatur lalu lintas dan meminta pengendara untuk mengurangi kecepatan di sekitar lokasi pengungsian.
Seribuan pengungsi ini berasal dari Desa Undar Andir, Kelurahan Ciujung, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Mereka telah memadati bahu jalan tol dengan mendirikan tenda dari terpal sejak tadi malam. Rumah mereka kebanjiran akibat luapan air Sungai Ciujung.
Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian seperti ini selalu terulang. Warga mengungsi ke jalan tol akibat permukiman mereka terendam. Jalan tol dipilih karena lokasinya yang tinggi. Tahun lalu, banjir bahkan sempat menutup jalan tol selama beberapa hari sebelum surut.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya