'Butuh Duit', Alasan Selebgram TA Mau Layani Pria Hidung Belang
Merdeka.com - Selebgram dan model berinisial TA membutuhkan uang hingga diduga terlibat dalam praktik prostitusi online. Pihak kepolisian pun mendalami pria yang sudah memesan layanan dengan tarif Rp75 juta.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka tersebut diketahui berinisial RJ (44) yang diamankan di Jakarta, AH (40) diamankan di Medan dan MR (34) diamankan di Kabupaten Bogor. Mereka bekerjasama mencari perempuan untuk ditawarkan melalui media sosial berinisial BM.
RJ alias Meauw dan AH alias nookie28 diduga memperdagangkan wanita dengan mengunggah foto di media sosial atau situs berinisial BM. Unggahan tersebut biasanya disertakan dengan deskripsi yang memiliki muatan kesusilaan.
Sedangkan, tersangka berinisial MR alias Alona berperan sebagai muncikari yang menyediakan wanita berprofesi model, artis, selebgram. Selain itu, ia pun bisa mencarikan wanita yang berlatar belakang lain, seperti pekerja swasta.
Kasubdit V Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jabar Kompol Reonald Simanjuntak mengatakan TA diamankan di sebuah hotel di Kota Bandung. Saat ini, TA berstatus sebagai saksi.
Menurut Reonald, TA ini pernah ditawarkan di situs online yang diduga dikelola tersangka. Namun, sempat hilang pada tahun 2018 dan 2019.
Dia baru muncul kembali di situs online pada tahun 2020. Meskipun telah diamankan, TA disebut masih berstatus sebagai saksi.
"Tahun 2020 masuk lagi namanya (TA) gitu muncul lagi di website," kata dia, Jumat (18/12).
Dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun, motif TA yang diduga terlibat dalam pusaran praktik prostitusi online karena alasan ekonomi. "Yang pasti itu (butuh uang)" tegas dia.
Sementara itu, disinggung mengenai pria yang memesan jasa dari tersangka, pihaknya masih melakukan pendalaman. Ia mengaku akan mengungkapkan pada rilis berikutnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengungkapkan, para tersangka memberikan tarif Rp75 juta bagi pelanggan yang ingin berkencan satu hari dengan TA.
"Dari nilai tersebut, para tersangka mendapatkan bagian keuntungan. Mereka mendapatkan 10 persen," terang Erdi.
Para tersangka ini diduga sudah melakukan praktik ini sejak tahun 2016. Meski terbilang baru empat tahun, mereka memiliki jaringan di seluruh Indonesia.
"Intinya, yang kita dapatkan ini jaringan prostitusi kelas atas. Mereka mampu dan sanggup (memberikan) sesuai keinginan pelanggan. Pelanggan ingin artis, swasta dan hal yang diinginkan, mereka bisa menyanggupinya. Ke depan kita akan lakukan pendalaman, terutama mencari jaringan yang terlibat," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya