Bus Sumatera Transport Hantam Motor, 3 Tewas dan Belasan Orang Luka
Merdeka.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Medan-Berastagi, Sumut, Minggu (13/1) malam. Tiga orang meninggal dunia dan belasan lainnya terluka pada kejadian itu.
Berdasarkan informasi dihimpun, kecelakaan terjadi antara Bus Sumatera Transport (Sutra) dengan pelat nomor polisi BK 7252 SC dengan sepeda motor Yamaha Mio BK 6288 YAB.
"Kecelakaan terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 46/47 Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit, sekitar pukul 19.30 WIB," kata Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chan, Senin (14/1).
Dia memaparkan, kecelakaan itu bermula saat Bus Sutra melaju kencang dari arah Berastagi menuju Medan. Kendaraan itu mengambil jalur kanan mencoba mendahului mobil Toyota Avanza.
Dari arah berlawanan, sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai Sugeng sedang melintas di lokasi yang sama. Tabrakan tak terhindarkan. Sepeda motor terpelanting, sedangkan bus terguling.
"Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa ini," jelas Faidir.
Ketiga korban meninggal dunia yakni Sugeng (41), warga Dusun 4 Desa Bandar Baru, Sibolangit, Heskia Ginting (20), warga Desa Kuta Mbelin, Karo dan seorang perempuan Detris Pardosi (28), warga Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Sugeng merupakan pengemudi sepeda motor, Heskia kernet Bus Sutra, sedangkan Detris adalah penumpang bus. Para korban meninggal dengan luka di bagian kepala.
Sementara belasan orang juga terluka akibat kecelakaan ini, yakni Monica Marpaung (18), Edo Petrus Sirait (20), Deby Anisa (16), Yanti Novita Br Ginting (19), Darmanta Stapanus Pinem (20), Nureini (47)
Rustiani Br Ginting (37), Astari (25), Linda (50), Ponijo (52), Fanisoraya (28), Ferdy Djalil (42), Derlina Br Sembiring (43), Nely Br Ketaren (28), Depan Kristopa Sitepu (14), dan Fance (15). Para korban luka adalah penumpang Bus Sutra.
Korban meninggal dan luka telah dibawa ke rumah sakit. Sementara sopir bus nahas melarikan diri setelah kecelakaan. Namun polisi sudah mengidentifikasinya sebagai AG (21), warga Desa Kuta Mbelin, Karo.
"Kita masih memburunya," jelas Faidir.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya