Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bus Sang Engon kecelakaan tewaskan 16 orang karena sopir kelelahan

Bus Sang Engon kecelakaan tewaskan 16 orang karena sopir kelelahan Kecelakaan bus di Tol Jatingaleh. ©2015 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng memastikan bahwa bus Sang Engon yang mengalami kecelakaan maut di Tol Jatingaleh KM 9.300 lingkar tol Jangli Semarang, merupakan armada baru keluaran tahun 2012 dan berfungsi normal.

"Selain itu, penyebab kecelakaan adalah faktor human eror sehingga kelalaian pengemudi yang diduga kelelahan, menjadi penyebab utama tragedi kecelakaan yang menewaskan 16 korbannya," kata Dir Lantas Polda Jawa Tengah, Kombes Istu Hari saat melakukan olah TKP lanjutan di sekitar lokasi kecelakaan, Semarang, Sabtu (21/2).

Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas Satlantas, di dalam bus hanya ada satu sopir atas nama warga M Husen warga Gudang Stasiun RT 4 RW 8, Babat, Lamongan, Jawa Timur.

"Dia sopir tunggal yang tidak dilengkapi sopir cadangan atau sopir penggantinya," paparnya.

Istu membeberkan, rombongan pengajian berangkat dari Bojonegoro hari Kamis (19/2) sekitar pukul 16.00 WIB, dan tiba di Pekalongan sekitar pukul 03.00 WIB.

Rombongan bus Sang Engon berjumlah 73 orang tersebut mengikuti pengajian Habib Lutfi di rumahnya. Sampai pukul 10.00 WIB kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Bojonegoro.

Diduga, saat di Tol Jatingaleh lingkar Jangli, Kota Semarang itulah, sopir sudah mulai lelah karena perjalanan jauh. Selain itu rombongan tidak langsung pulang namun hendak mampir ke Kabupaten Semarang untuk pengajian kembali.

"Kalau letih, daya tahan sangat mempengaruhi konsentrasi sang sopir dalam mengendalikan kendaraan bus," ucapnya.

Untuk memastikan penyebabnya, Sabtu (21/2) pagi hingga siang tadi oleh tim Traffic Accident Analyst (TAA) Ditlantas Polda Jateng dibantu drone, melakukan olah TKP lanjutan.

"Tujuannya untuk melihat detail peristiwa yang nantinya disusun dan memiliki informasi pasti detik-detik kecelakaan," ungkapnya.

Hasil sementaranya, sopir Mohammad Husen kelelahan itu melaju dengan kecepatan 115 km/jam. Sopir bisa melewati tikungan pertama dan menyalip tiga mobil.

"Namun 200 meter berikutnya ia tidak mengurangi kecepatan padahal tikungan di lokasi tajam dan berbentuk memutar. Apalagi, sopir belum menguasai medan. Tapi kalau mematuhi rambu-rambu kecepatan 40 km/jam atau kecepatan tidak lebih dr 60 km/jam, maka tidak akan terjadi kecelakaan ini," pungkasnya.

Dalam kecepatan tinggi, sopir yang sudah masuk ke gigi lima tidak bisa menurunkannya sehingga kecepatan tetap kencang. Meski sudah banting setir, namun daya sentrifugal tetap menyeret bus yang sudah mulai miring ke kanan hingga menabrak beton pembatas jalan.

Bus bernopol B 7222 KGA itu kemudian melompati beton pembatas jalan dan jatuh dengan posisi bagian kiri di atas. Bus itu terus meluncur hingga menabrak dinding tebing.

"Bus yang seharusnya berkapasitas 58 orang diisi 73 orang. Mau tidak mau sangat berpengaruh terhadap sistem kerja setir dan daya sentrifugal juga daya rem mobil terganggu," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP