Buruh se-Jabodetabek demo di depan MA, MK dan Istana Negara
Merdeka.com - Buruh se-Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi serentak di tiga titik di Jakarta, yaitu di depan Kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), dan Istana Negara. Mereka menuntut pemerintah mencabut PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
"Kami minta cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, di PP tersebut hakikat kami sebagai pekerja sebagai orang yang menerima upah tidak diajak bicara, berunding," ungkap Sekjen DPP Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hattam Aziz di Parkiran Timur Monas, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).
Selain itu, Riden menegaskan hak hidup buruh dibatasi dengan adanya PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan itu. Tak hanya menuntut pencabutan PP tersebut, buruh se-Jabodetabek menuntut pemerintah segara mencabut undang-undang Tax Amnesty.
"Kami minta cabut dan batalkan UU Tax Amnesty, kenapa karena ini rasa keadilan kami sebagai warga yang taat bayar pajak dicederai," ujarnya.
Massa berharap bisa menemui Presiden Joko Widodo pada hari ini. Mereka ingin mengungkapkan langsung tuntutan-tuntutan para buruh.
"Kami mau ketemu (Jokowi) karena upah yang kami gaungkan selama ini bapak Presiden masih bersikukuh dengan penilaiannya (tak menaikkan upah buruh). Jika Presiden tetap tak merespons, maka buruh Indonesia tidak segan-segan melakukan mogok nasional. Kami akan setop seluruh pabrik Indonesia untuk memastikan buruh menolak itu," kata Riden.

Setelah dari Istana, rencananya sore nanti mereka akan berdemo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka akan mendesak KPK segera mengusut kasus reklamasi pantai utara Jakarta yang membelit Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kami akan tuntut agar KPK mengusut kasus besar yang selama ini muncul harus ada kepastian dan kejelasan. KPK jangan masuk ke kasus yang ecek-ecek, Rp 100 juta dan segala macam tapi yang besar selama ini tidak ada kejelasan. Kami minta KPK objektif dan tidak takut pada tekanan politik atau kepentingan-kepentingan lain. Kami ingin mendukung KPK objektif dan berdiri dalam konteks penegakan hukum yang sebenarnya," tandasnya.
Pantauan merdeka.com, ada sekitar 1.000 buruh yang sudah tiba di parkiran timur Monas. Dikabarkan, masih ada ribuan massa yang akan tiba dalam beberapa jam ke depan.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya