Buruh mulai datangi depan Istana, belasan personel sudah siaga
Merdeka.com - Ribuan buruh dari berbagai elemen bakal turun ke jalan melakukan unjuk rasa menolak PP No 78 Tahun 2015. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo, memperkirakan ada 15 ribu yang akan berdemo.
"Diperkirakan 15 ribu massa tersebar di sejumlah titik," kata Hendro di sekitaran Monas, Jakarta, Jumat (30/10).
Hendro minta buruh melakukan unjuk rasa dengan tertib. Mereka hanya diizinkan berdemo tak lebih dari pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk keamanan, 12 ribu aparat gabungan akan berjaga.
"Untuk di depan Istana sendiri dikerahkan sekitar 2.500 Brimob. Kami berharap demo berjalan lancar hingga akhir, kita akan kawal amankan sampai selesai," tandasnya.
Pantauan merdeka.com di lokasi, massa buruh sudah tampak berdatangan di kawasan Monas. Mereka juga membawa spanduk-spanduk salah satunya bertuliskan 'Tolak PP 78 Tentang Pengupahan, Karena Menyengsarakan dan tak Berpihak pada Buruh'.
Di sepanjang jalan Medan Merdeka Utara tampak sudah dipasang kawat-kawat berduri. Beberapa truk dan watercanon juga tampak disiagakan di lokasi.
Untuk diketahui, tuntutan utama demo buruh kali ini adalah pencabutan Peraturan Pemerintah(PP) 78/2015 tentang Pengupahan yang baru saja diteken oleh Presiden Joko Widodo. PP Pengupahan yang diterbitkan pemerintah tersebut dianggap berwatak upah murah dengan formulasi upah minimum diperoleh dari upah minimum berjalan ditambah Inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan 2015, mengacu PP Nomor 78 2015 ini Komponen Hidup Layak tidak dijadikan acuan dalam penentuan upah minimum.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya