Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Sumba Timur: Bendungan Kambaniru Jebol, Kondisinya Rusak Berat

Bupati Sumba Timur: Bendungan Kambaniru Jebol, Kondisinya Rusak Berat Bupati Sumba Timur Khristofel Praing. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bendungan Kambaniru jebol akibat tak kuat menahan hantaman banjir bandang yang disebabkan badai siklon tropis Seroja di daerah terebut. Hal itu diungkapkan Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Khristofel Praing.

"Bencana alam siklon tropis Seroja berdampak luas di Sumba Timur yaitu mengakibatkan Bendungan Kambaniru jebol. Kondisi bendungan sudah tidak bisa lagi menampung air untuk kebutuhan irigasi karena kondisinya rusak berat," katanya, seperti dikutip Antara, Selasa (6/4).

Ia mengatakan bendungan Kambaniru yang terletak di Kecamatan Kambera dan merupakan bendungan terbesar di Pulau Sumba itu, hancur diterjang banjir pada Minggu (4/4) pagi.

Menurut dia, pada bagian sayap dan bentangan Bendungan Kambaniru patah menjadi beberapa bagian akibat hantaman banjir hingga mengakibatkan luapan banjir dari Bendungan Kambanitu menggenangi rumah penduduk di Kecamatan Kambera.

Dia menambahkan kerusakan Bendungan Kambaniru mengakibatkan 1.440 hektare lahan persawahan di Kecamatan Kambera tidak bisa ditanami padi pada musim taman kedua tahun 2021.

"Sudah dapat dipastikan para petani tidak bisa menanam padi pada musim tanam kedua karena sumber air untuk persawahan tidak ada setelah Bendungan Kambaniru jebol," tegasnya.

Ia berharap Balai Sungai Provinsi Nusa Tenggara Timur Kementerian PUPR dapat membangun kembali Bendungan Kambaniru, sehingga 1.440 hektare sawah milik petani bisa ditanami pada tahun ini.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa membangun kembali Bendungan Kambaniru agar petani di daerah ini bisa mengolah kembali lahan pertanian yang ada," kata Khristofel.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP