Bupati Purbalingga Tasdi terjaring OTT KPK usai beri santunan tenaga honorer
Merdeka.com - Tengah rehat usai memberi santunan pada keluarga besar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) non PNS yakni penyapu jalan, Bupati Purbalingga, Tasdi ditangkap tangan oleh KPK, Senin (4/6) sore. Setelah operasi tangkap tangan (OTT), dua aset pemerintah, yakni satu unit mobil dinas milik Badan Layan Pengadaan (BLP) Purbalingga dan Ruang Kerja Bupati di kantor dinas Bupati disegel KPK.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Purbalingga, Suroto mengaku, sejauh ini belum begitu mengetahui kasus Bupati Purbalingga Tasdi hingga terjaring OTT KPK. Ia hanya mengetahui, selain Bupati Purbalingga ditangkap pula Kepala Bagian Lelang Pengadaan, Hadi Iswanto dan ajudan Bupati, Teguh Priyono.
Menanggapi OTT tersebut, Suroto mengatakan, merasa prihatin. Ia memohon warga Purbalingga menerapkan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum oleh KPK.
"Ketiganya tidak bisa kamu hubungi. Kami berharap kasus yang didugakan segera ada kejelasan. Agar gamblang persoalan apa yang jadi pangkal OTT oleh KPK," kata Suroto kepada merdeka.com, Selasa (5/6).

Saat OTT, Suroto bercerita tengah menemani kegiatan terawih keliling (tarling) bersama Wakil Bupati, Diah Hayuning Pratiwi. Terakhir kali Suroto berkomunikasi dengan Bupati Tasdi, saat melakukan pembagian santunan bagi non PNS penyapu jalan.
"Semestinya pada Selasa (5/6) bupati membuka pasar murah Ramadan. Lalu mengisi seminar lingkungan hidup. Selain itu bupati juga dijadwalkan ke Solo untuk kegiatan hari kesaktian pancasila," ujarnya.
Saat ini, di lingkungan Setda Pemkab Purbalingga, Suroto menjelaskan ada dua obyek yang disegel KPK. Obyek pertama yakni mobil plat merah bernopol R 64 C. Selain itu juga ruang kerja Bupati Purbalingga di kantor dinas Bupati. Ia menjamin obyek yang disegel tersebut tak disentuh dan dijaga sebagaimana adanya oleh Satpol PP Kabupaten Banyumas.
"Kewenangan penuh di KPK. Jangan mengandai-ngandai dulu, kasus yang membelit Bupati ini terkait apa," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Purbalingga Tasdi terkait dengan proyek pembangunan yang ada di Purbalingga. Menurut Febri, ada enam orang terjaring OTT KPK rinciannya empat orang diamankan di Purbalingga, dua orang lainnya di Jakarta.
"Proyek pembangunan yang saya dapat informasinya, secara lebih perinci tentu saya belum sampaikan, ya, proyek pembangunan apa? Pada tahun? Akan tetapi, indikasinya penerimaan uang itu bagian dari komitmen 'fee' yang sudah dibicarakan sebelumnya," kata Febri di Jakarta, Senin (4/6).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya