Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Puncak Minta ASN dan Pegawai Kontrak Tetap Bertahan di Beoga Usai Teror KKB

Bupati Puncak Minta ASN dan Pegawai Kontrak Tetap Bertahan di Beoga Usai Teror KKB Bupati Puncak Jaya Willem Wandik. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Puncak Willem Wandik meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk sementara tetap bertahan di Beoga.

"Saya berharap ASN dan semuanya tetap berada di Beoga sampai kondisi aman baru saya izinkan keluar, karena selaku Bupati Puncak akan mengizinkan mereka selama dua atau tiga pekan meninggalkan tempat tugas," kata Wandik, Selasa (13/4).

Dia mengakui, untuk saat ini warga belum bisa keluar dari Beoga karena terkendala transportasi, namun bila situasi kondusif maka Pemda Puncak akan membantu memfasilitasi mereka.

"Mereka memang membutuhkan pemulihan trauma dengan mengizinkan keluar sementara dan kembali lagi bertugas ke Beoga karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan mereka," ujar dia.

Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar secara terpisah mengatakan sejak terjadinya kasus penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Kamis (8/4), tidak ada lagi pesawat yang masuk dan mendarat di Beoga kecuali pesawat yang mengevakuasi jenazah dua orang guru yang menjadi korban.

"Pesawat tersebut juga tidak membawa logistik sehingga warga bertahan dengan bahan makanan yang ada," kata Ali Akbar.

Dia menjelaskan di Beoga memang ada 12 warung atau kios besar dan kecil, namun persediaan mereka juga mulai menipis.

Tidak mudah mendarat di lapangan terbang Beoga karena sebelum mendarat pesawat harus terbang melintas di sebelah utara yang saat ini menjadi tempat persembunyian KKB.

"Pintu masuk ke lapangan terbang Beoga melalui sisi utara dimana KKB bersembunyi sehingga saat pesawat terbang rendah ketika mau mendarat dapat menjadi sasaran tembak," kata dia.

Akbar mengakui lapangan terbang sudah dikuasai, namun pintu masuk ke lapangan terbang masih berisiko sehingga pilot takut untuk terbang ke Beoga.

"Untuk mencapai lokasi tersebut cukup sulit karena berada di ketinggian sehingga dengan mudahnya KKB menembak bila anggota menuju lokasi tersebut," ujar dia.

Ketika ditanya tentang warga yang mengungsi, Kapolsek Beoga mengatakan yang mengungsi di polsek tercatat tiga orang, di koramil delapan orang dan sebanyak 31 orang memilih tetap tinggal di rumahnya, namun letaknya dekat koramil.

Aksi penembakan yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan dua orang meninggal yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4) dan Yonatan Renden ditembak Jumat (9/4).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP