Bupati Lebak Akui Banjir Bandang Karena Pembalakan Liar
Merdeka.com - Banjir bandang meluluhlantakkan beberapa wilayah di Kabupaten Lebak, Banten. Ribuan rumah rusak, sejumlah orang hilang. Banjir bandang menyebabkan sungai Ciberang dan Cidurian meluap akibat curah hujan dengan intensitas tinggi. Sungai Ciberang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Banjir bandang diduga akibat kerusakan lingkungan. Akibat penebangan pohon dan pengerukan bukit di wilayah tersebut. Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya tak menampiknya.
"Bukan hanya luapan sungai, di sini kan kawasan TNGHS, kondisi vegetasi hutannya sudah tidak ada tanaman yang kuat, hujan semalam saja sudah begini," kata Iti.
Iti akan melaporkan ke pemerintah pusat mengenai kondisi gundulnya kawasan Gunung Halimun. Tujuannya agar ada upaya penanganan bersama agar tidak terjadi bencana yang lebih besar.
Terpisah, Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra siap bersinergi dengan Pemerintahan Daerah, khususnya Pemkab Lebak untuk menindak pelaku pembalakan liar.
"Kalau memang di sana ada illegal logging kita akan evaluasi," kata dia.
Dadang menambahkan bahwa dalam penanganan dugaan perkara tersebut pihaknya bukan saja mengedepankan aspek hukum. Aspek sosial masyarakat juga menjadi pertimbangan yang harus selaras sejalan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya