Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Bogor Enggan Menutup Objek Wisata Puncak: Bisa Matikan Usaha Orang

Bupati Bogor Enggan Menutup Objek Wisata Puncak: Bisa Matikan Usaha Orang ilustrasi. ©2014 merdeka.com/Ilham Kusmayadi

Merdeka.com - Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan keengganannya menutup objek wisata di kawasan Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat meskipun sudah ada kepala daerah lain yang menutup objek wisata di wilayahnya selama dua pekan guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Masyarakat banyak yang bergerak di wisata, ada pedagang dan usaha. Mereka harus makan, jadi kalau (wisata Puncak) kita tutup secara keseluruhan akan mematikan usaha orang," ujarnya kepada Antara di Bogor, Selasa (17/3).

Menurutnya, perekonomian di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu akan lumpuh jika dirinya mengambil kebijakan untuk menutup beberapa objek wisata yang kerap dikunjungi turis asing maupun domestik.

Politisi partai persatuan pembangunan (PPP) ini mengaku berupaya mencegah penularan COVID-19 dengan cara membatasi kunjungan wisata orang asing.

"Makanya kami lakukan semi lock artinya wisata masih boleh kita persilakan untuk yang domestik. Tapi bagi wisatawan asing kita akan ada pengawasan khusus," kata Ade Yasin.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa belum ada kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bogor. Adapun yang masih dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) tujuh orang, pasien dalam pengawasan (PDP) satu orang, dan belum ada satupun yang berstatus terduga atau suspect.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Tutup Objek Wisata Jabar

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengambil langkah mengurangi mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Setelah mengeluarkan keputusan meliburkan sekolah, Kang Emil, sapaan akrabnya, meminta kepala di daerah di wilayahnya agar menerapkan penutupan sejumlah destinasi wisata yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

Hal itu telah disampaikan Emil ketika menggelar rapat melalui video conference dengan 27 bupati/wali kota di kantor pusat kendali atau Command Center, Senin (16/3/2020).

"Dalam video conference telah saya sampaikan minimal dua minggu dari sekarang dikurangi dibukanya tempat-tempat wisata yang sifatnya berkerumun dan massal," ucap Emil.

Dia mencontohkan kegiatan pendakian gunung sebaiknya dilakukan secara semi lockdown. Artinya, perlu dilakukan pembatasan kunjungan di objek wisata tersebut.

"Untuk objek wisata yang sifatnya individu misalnya menjelajah gunung yang tidak rombongan seperti di Kabupaten Bogor itu sudah tidak dibuka, istilahnya semi lockdown," kata Emil.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP