Bunuh suami WN Inggris, Julaikah nangis tersedu di ruang sidang
Merdeka.com - Begitu duduk di kursi pesakitan, Julaikah otak pelaku pembunuhan berencana suaminya sendiri Robert Kevin Ellis asal Inggris, langsung nangis sesenggukan. Sidang perdana kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (4/02).
âªDalam persidangan terdakwa Julaikah Noor Elisa, tidak henti hentinya sesenggukan menahan tangis. Julaikah yang mengenakan baju kemeja putih lengan panjang, celana warna hitam, sempat ditegur hakim lantaran terus menangis saat mendengar bacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Apa waktu berbuat terdakwa sambil menangis melakukannya? Coba dengarkan dengan baik dakwaan dari jaksa," tegur hakim pendamping saat itu.
Dalam dakwaan jaksa, âªJulaikah membunuh Robert Kevin Ellis pada 19 Oktober 2014 lalu dibantu 7 orang lainnya, di Villa Amerald, Jalan Karangsari, Sanur, Denpasar.â¬
âª"Terdakwa dikenakan pasal 338 dan 340 KUHP atas pembunuhan berencana terhadap Robert Kevin Ellis yang memiliki dua paspor yaitu Australia dan Inggris," jelas Raka Arimbawa, JPU Rabu (4/2) di PN Denpasar, Bali.
âªRaka Arimbawa menyebutkan, terdakwa Julaikah membunuh suaminya atas dasar sakit hati, karena sebagian uang miliknya diambil oleh korban. Dengan alasan untuk membiayai sekolah anak-anaknya di Australia.
Pengakuannya dalam dakwaan tersebut, lantaran sudah 11 tahun Julaikah tidak diberi nafkah lahir dan batin oleh Robert.⬠âªSaat sidang berjalan semua pertanyaan yang diajukan oleh Hakim Ketua Anom Wirakanta, Julaikah menjawab dengan lancar.⬠(mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya