Buku ICV dipalsu, 35 jemaah batal umrah ricuh di Bandara
Merdeka.com - Niat Fenny Septiana (22) menjalankan ibadah umrah ke Mekkah pupus sudah. Penyebabnya, menurut pihak travel karena Departemen Kesehatan menyatakan buku kuning atau International Certificate of Vaccation of Prophylaxis (ICV) yang dibuat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan palsu.
Sedangkan kartu kuning milik ibunya Fenny, justru dinyatakan asli. Tetapi tidak dengan ayahnya yang pada tahun sebelumnya bersama ibunya naik haji dengan menggunakan kartu kuning yang masih berlaku.
"Kata pihak travel (Al-Isya Nurubaqi) penyebab gagal berangkat saya dan ayah karena palsu kartu kuningnya. Padahal ayah saya dan ibu saya pergi haji menggunakan kartu kuning yang itu juga, karena masih berlaku," ujar Fenny, Senin (31/3) saat ditemui di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Fenny merupakan salah satu dari 35 jemaah travel yang gagal berangkat. Sementara 25 jemaah lainnya malah berangkat termasuk ibunya.
"Saya buat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara pada 27 Februari 2014 jam 7.54 WIB. Kalau di sana palsu bagaimana yang di luar, ini buatnya di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.
Sama halnya dengan calon jemaah umroh lainnya, Kolkolani Balaputera Holdi (53). Pria yang juga mendaftarkan diri untuk bersama ibunya itu, terpaksa harus berpisah dengan ibunya karena kartu kuning miliknya juga dinyatakan palsu.
"Kalau saya maklum saja, saya ingin ibadah dengan damai. Ibu saya memang gagal berangkat bersama saya, tetapi ada hikmahnya saya jadi ditambah dua hari di sana untuk beribadah," ujarnya.
Peristiwa kericuhan jemaah tersebut terjadi di terminal 2D sore tadi. Sejumlah jemaah yang gagal berangkat meminta pertanggungjawaban dari pihak travel.
Presiden Direktur PT Isyyanaburulhaqi Brawijaya Utama, Alisya Fianne Janne menduga ada persaingan bisnis yang terjadi sehingga menyebabkan jemaahnya terganggu dalam melaksanakan perjalanan ibadah.
"Ada persaingan bisnis, saya sudah laporkan ke Polda Metro Jaya. Mereka (pelakunya) sebelumnya adalah bagian dari kami yakni marketing. Kini mereka mau ambil jemaah yang sudah pada kami, padahal sudah kami kasih fee," ujarnya.
Sementara itu, Sheril seorang yang dilaporkan mantan bosnya itu siap menerima laporan. Sebab menurut Sheril, pelayanan yang dilakukan Alisya Fianne kepada jemaah yang merupakan asal dari dia tidak maksimal.
"Sedangkan kalau soal fee, ya namanya orang kerja harus ada feenya dong. Masak disuruh nyari aja, saya kan marketing," katanya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya