Bukber di Cilangkap, Jokowi bicara THR & isu permintaan maaf ke PKI
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi istrinya Iriana Joko Widodo menghadiri acara buka bersama Keluarga Besar TNI di Mabes TNi Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/6). Presiden Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.
Kehadiran Presiden Jokowi bersamaan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla. Presiden dan Wapres disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Sebelum berbuka puasa, Presiden memberikan sambutan. Ada beberapa hal yang disampaikan dari tunjangan hari raya (THR) hingga kekisruhan tentang PKI.
"Saya telepon Menteri Keuangan, apakah gaji 13 dan 14 sudah diterima atau belum. Jawaban Menkeu, sudah ditransfer, ada yang sudah sampai, ada yang belum sampai. Maksimal Rabu sudah diterima. Insya Allah," ungkapnya.
"Saya kalau ketemu prajurit ditanya itu. Sudah ada THR, patut disyukuri," sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Presiden juga meluruskan persoalan teritorial yang akhir-akhir ini dipertentangkan. Ditegaskannya, teritorial harus tetap dipertahankan karena itu merupakan milik RI.
"Perlu saya tegaskan, bahwa saya berkeyakinan satuan teritorial itu tetap dan sangat penting dipertahankan keberadaannya sebagai deteksi dini ancaman pada negara kita," ujarnya.
Poin berikutnya, Presiden menegaskan tidak adanya permintaan maaf terhadap PKI. Selama ini, kata dia, beredar kabar bahwa pemerintah ingin meminta maaf kepada PKI.
"Tahun lalu sudah saya sampaikan, ada isu, ada gosip. Tidak ada rencana dan pikiran sama sekali saya minta maaf pada PKI. Sebetulnya ini sudah berkali-kali saya sampaikan, ke PP Muhammadiyah sudah saya sampaikan, ketemu PBNU saya sampaikan, terutama saat Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya tahun lalu. Tapi ada yang goreng-goreng sehingga muncul isu. Jangan didengarkan, tidak akan minta maaf pada PKI," tandasnya.
Dari pantauan merdeka.com, turut hadir dalam acara buka bersama ini, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya