Bukannya jaga keamanan, TNI dan Polri malah bentrok
Merdeka.com - Di saat maraknya kasus geng motor yang yang membuat resah warga, aparat keamanan justru saling tembak di Gorontalo. Aksi saling tembak antara Kostrad dan Brimob ini menyebabkan delapan orang terluka.
"Mereka seharusnya sebagai intitusi negara harus mencontohkan yang baik, apalagi bentrok seperti ini bukan pertama kali sejak reformasi," ujar Direktur Program Imparsial, Al Araf kepada merdeka.com, Minggu (22/4).
Araf menambahkan, ada banyak faktor yang menyebabkan bentrok, baik soal ekonomi, politik atau kecemburuan antar angkatan. "Penting bagi Presiden instruksikan jajarannya sampai ke tingkat daerah untuk menghukum yang bersalah," ucapnya.
Selain itu, Araf menilai bentrokan ini adalah wujud reformasi sektor keamanan yang belum selesai. "Ini adalah gambarannya bahwa proses peradilan militer yang belum jalan dan biasanya berakhir damai tidak ada hukuman disiplin," jelasnya.
Seperti diketahui, peristiwa berdarah antara Kostrad dan Brimob itu terjadi di kompleks kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, dini hari tadi. Kejadian bermula dari satu regu Brimob melakukan patroli dengan menggunakan mobil truk dan melintas di depan Kantor KPU Limboto. Tiba-tiba mobil itu dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal.
Kemudian, sejumlah anggota Brimob melakukan penyisiran dan langsung terdengar letusan senjata api beberapa kali hingga menyebabkan empat anggota Kostrad luka tembak. Selain itu, dua anggota Kostrad terkena senjata tajam, dan dua anggota brimob bocor terkena lemparan botol. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya