Bukan Hanya karena Pukul Petugas, Ini Alasan Polisi Tangkap 7 Tokoh KNPB
Merdeka.com - Tim gabungan Polresta Jayapura Kota menangkap tujuh tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Kamis (24/3). Selain karena memukul petugas, mereka juga diduga melakukan kegiatan yang tidak dibenarkan.
Salah seorang tokoh yang ditangkap yakni Buchtar Tabuni. Dia merupakan Ketua Dewan West Papua Council Pemerintahan Sementara West Papua (ULMWP).
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas mengatakan, Buchtar Tabuni bersama rekan-rekannya dibawa ke Mapolresta Jayapura Kota untuk dimintai klarifikasi.
Sebelum penangkapan, polisi mendapatkan informasi adanya rapat yang akan dilaksanakan di kediaman Buchtar Tabuni. "Rapat tersebut diketahui dengan agenda pembahasan, menyikapi sikap parlemen dan pemerintah Belanda atas sejarah West Papua pada 5 April 2022 di Belanda," ujar Gustav.
Petugas Imbau Rapat Tidak Digelar
Personel patroli kemudian menyambangi lokasi itu untuk menyampaikan imbauan agar rapat tidak digelar. "Eh, malah anggota saya dikeroyok oleh kalangan mereka," jelas Gustav.
Seperti diberitakan Kepolisian Resor Polresta Jayapura Kota menangkap tujuh tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Organisasi ini kerap melakukan aksi-aksi demonstrasi di Ibu Kota Provinsi Papua, Kota Jayapura dan mengampanyekan Negara Papua Barat.
"Ada tujuh orang yang kami tangkap, salah satunya Buchtar Tabuni, ada juga nama Bazoka Logo, serta Jekson Wakerkwa, Yohanis Wandikbo, Gilbert Kogoya, Lawe Wandikbo dan Kibo Telenggen," ujar Gustav.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya